SuaraBanyuurip.com - Eky Nurhadi  | Samian Sasongko
Kontraktor Engineering, Procurement and Constructions (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu PT Tripatra Engineers & Constructors, menambah jam pekerjaan hingga 24 jam untuk mengebut pembangunanCentral Processing Facility(CPF).
“Ini untuk mempercepat pembangunan CPF,†kata Field Service Manager PT Tripatra, Totok Wibowo usai mengikuti rapat rutin bersama Tim Optimalisasi Kandungan Lokal, Rabu (15/5/2013).
Dia menjelaskan, sekarang pekerjaan yang dilakukan sudah mulai memasuki tahap Electrical Work dan Instrumentation and Communication. Hanya saja untuk mempercepat pekerjaan itu pihaknya kekurangan tenaga kerja profesional.
“Jumlah tenaga kerja yang terlibat sangat terbatas,” sergah Totok.
Kata dia, saat ini tenaga kerja local yang bekerja di EPC 1 sebanyak 1.071 orang. Sedangkan sub kontraktor lokal yang terlibat sebanyak 186. Namun pada perkembangannya terjadi penurunan jumlah tenaga kerja secara signifikan.
“Ini dikarenakan kontrak kerja sudah habis,†tegasnya.
Totok mengungkapkan, ada beberapa kendala yang butuh koordinasi antara masyarakat dengan pihak kontraktor, diantaranya tingginya ekspetasi dari proposal permintaan bantuan kegiatan masyarakat yang masuk ke manajemen Tripatra. Selain itu masalah petani di Desa Brabowan, Kecamatan Gayam yang minta kompensasi karena adanya penurunan hasil pertanian akibat aliran air dari site Banyuurip yang masuk keareal persawahan mereka.
“Kita masih koordinasikan dengan MCL untuk mencarikan solusi itu,†tegasnya.
Sementara itu, siang tadi, Bambang, perwakilan 14 petani Brabowan yang mengaku lahannya rusak akibat terkena aliran air dari gorong-gorong Tripatra memberikan surat tertulis untuk meminta pertanggungjawaban kepada MCL. (had/sam)