SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – Ratusan Mahasiswa dari berbagai universitas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pagi tadi mengikuti Seminar Nasional bertajuk “Menggagas Pendidikan Berkualitas Untuk Menyiapkan SDM Bojonegoro menuju Era Industrialisasi,” di Gedung Angling Dharma Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Rabu (15/05/2013).
Anies Basswedan Narasmber dalam Seminar itu mengatakan, pendidikan di Indonesia sekarang ini mengalami carut marut. Salah satunya adalah perubahan kurikulum yang memangkas beberapa mata pelajaran yang dapat mempengaruhi pendidikan di Indonesia.
“Ini perlu segera diselesaikan, agar dunia pendidikan tidak bertambah parah,†tegas dia.
Meski demikian, Anies tetap optimis dunia pendidikan di Indonesia akan tetap berkualitas dengan catatan guru atau pengjarnya serius.
“Yang perlu ditekankan yakni cara guru mengajar. Ini harus ditingkatkan, agar produk pendidikan kita baik,” pesan dia.
Anies mengakui, bahwa beberapa bulan terakhir ini tenar kabar bahwa pemerintah akan merubah kurikulum tahun 2013 ini. Namun, menurutnya, perubahan itu tak jadi masalah asalkan para pengajar serius dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang guru.
“Kurikulum sudah sering dirubah beberapa kali, tetapi intinya pada guru, kurikulum apapun itu tergantung gurunya,” tandas pria yang juga sebagai Rektor Universitas Paramadina Jakarta ini.
Terpisah, panitia Seminar Nasional, Abdul Ghoni Asror menambahkan, peserta seminar ini berasal dari 70 persen mahasiswa dan 30 persen guru. Dia berharap, agar seluruh peserta yang mengikuti seminar itu dapat mengaplikasikannya.
“Kami harapkan peserta dapat mengambil ilmu dan menerapkannya dari materi yang disampaikan nara sumber tadi,” harap Dosen Muda Institut Keguruan Ilmu Pendidikan – Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP-PGRI) Bojonegoro itu.(had)