SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Ketersediaan Liquied Petrolium Gas (LPG) ukuran 3 kilo gram (Kg) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dirasakan warga mulai langka dan harganya mengalami kenaikan, Kamis (16/5/2013). Akibatnya banyak warga yang kembali kecara lama yakni memasak dengan kayu bakar maupun tongkol jagung yang dikeringkan.
Kondisi itu terjadi disejumlah kecamatan di Tuban. Salah satunya di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban. Ditempat ini, LPG dengan ukuran 3 kilogram mulai sulit didapat. Warga mengaku, kalaupun LPG bisa dijumpai di toko desa mereka, itupun sudah dengan harga yang lebih tinggi dari sebelumnya. Yaitu dari harga Rp14 ribu meningkat menjadi Rp17 ribu per tabung.
“Sekarang LPG sudah mulai sulit, harganya juga mahal,†terang Suparmi (48), warga desa setempat.
Menyiasati ini, warga kembali melakoni tradisi lama. Yaitu mengumpulkan kayu bakar atau memanfaatkan tongkol jagung yang sudah kering untuk memasak. Tapi hal ini masih terkendala, karena masih seringnya intensitas hujan yang mengguyur sejumlah kecamatan.
Kecamatan lain yang dikabarkan mulai merasakan kelangkaan LPG adalah Kecamatan Bancar, Kecamatan Kenduruan dan sebagian desa di Kecamatan Montong.
“Harga awal LPG adalah 14 ribu, sekarang naik menjadi 17 ribu,†terang Khoirul (28), slah satu pemilik toko di Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Tuban.(edp)