Pemuda Ngraho Protes Rekrutmen Naker Rekind

rekind pertemuan

SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko

Bojonegoro – Puluhan Pemuda Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memprotes tenaga kerja (Naker) yang digunakan Konsorsium PT Hutama Karya – PT Rekayasa Industri, (HK-Rekind) dalam proyek Engineering Procurement and Construction (EPC)-5 Banyuurip, Blok Cepu. Alasan mereka tenaga kerja yang dilibatkan kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL) itu banyak yang berasal dari luar desa.

Akibat adanya protes itu, perwakilan Manajemen PT Rekind menggelar pertemuan dengan Karang Taruna Desa Ngraho, Kamis (16/5/2013). Pertemuan yang berlangsung  di Kediaman Seno, salah satu tokoh masyarakat setempat, itu diikuti lebih dari 30 pemuda.

M. Fatoni, salah satu pemuda Desa Ngraho meminta, agar Rekind melibatkan warga atau pemuda Ngraho dalam proyek EPC-5. Karena, selama ini pekerjaan masih didominasi warga dari luar Desa Ngraho. Misalnya untuk tenaga kerja flagman, Helper dan tenaga kerja lainnya.

Selain itu, Fatoni juga menuntut, Rekind transparan dalam perekruten tenaga kerja. Artinya, tidak hanya melakukan koordinasi dengan kepala desa, melainkan juga kepada karang taruna.

“Selama ini pemuda sangat minim informasi karena pihak desa tidak pernah koordinasi dengan pemuda. Jadi, selain koordinasi dengan desa, Rekind atau HK juga memberikan informasi langsung kepada pemuda,” ungkap M. Fatoni dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, Seno, menegaskan, pertemuan ini merupakan langkah awal untuk memberitahukan kondisi sebenarnya yang ada didesa kepada Rekind. “Kalau masukan ini tidak dihiraukan maka tidak menutup kemungkinan warga juga akan melakukan penghentian pekerjaan EPC 5,” ancam Seno.

Menanggapi tuntutan itu, Hubungan masyarakat (Humas) Rekind, Herman Susatya, menjelaskan, hingga saat ini belum ada perekrutan tenaga kerja secara maksimal. Karena pekerjaan proyek di EPC-5 masih tahap pengerjaan dengan memakai alat berat.

“Namun masukan ini tetap akan jadi acuan kami untuk melakukan evaluasi,” sambung Herman Susatya dihadapan puluhan pemuda.

Dia mengungkapkan, dalam pelaksanaan proyek EPC-5 ini pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan pemerintah desa (Pemdes) sekitar. Yakni Desa Sudu dan Ngraho. Sehingga jika masih kurang efektif perlu dikoordinasikan dengan baik dengan kedua belah pihak.

“Selama ini kita sudah koordinasi dengan paguyuban dari Sudu-Ngraho. Jadi, kalau masih kurang pas kita luruskan dan kita cek kebenarannya jika paguyuban tidak melibatkan pemuda,” janji Herman.

Dia menambahkan, untuk pekerjaan Fly over (jalan layang) murni tugasnya HK. Sedangkan pekerjaan untuk pendistribusian air injeksi di dekat Bengawan Solo dilakukan Rekind. “Namun demikian, kita akan koordinasikan agar miskomunikasi ini cepat selesai,” imbuhnya.(sam)

Baca Juga :   Siapkan Rp14,5 Miliar untuk Mega Proyek di Gayam

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *