LPG 3 Kg di Lamongan Rp17 ribu

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Sejak sepekan terakhir elpiji ukuran 3 Kg sulit diperoleh di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sedangkan harga di pasaran mulai menembus Rp17 ribu dari semula Rp14 ribu per tabung.

Bagi warga setempat masalah harga masih bisa dijangkau, namun yang menjadi persoalan adalah barang tersebut sudah sulit didapat. Hampir semua toko yang selama ini berjualan elpiji kosong pasokan. Kalau pun ada pasokannya terbatas, dan harganya naik.

Dari pantauan, beberapa toko kelontong di pasar tradisional mengaku pasokan elpiji ukuran 3 Kg sering kosong karena stok dari distributor dibatasi. Sesuai dengan hukum ekonomi bila permintaan meningkat sedang pasokan barang terbatas maka harga selalu melambung.

“Biasanya setiap dua hari sekali saya dijatah 40 tabung gas elpiji 3 kilogram, Mas. Tapi sejak dua minggu ini cuma dapat 10 tabung,“ kata Sujai pemilik toko kelontong di pasar Turi, Lamongan, Sabtu (18/5/2013).

Sujai sudah meminta kepada distributor agar jatahnya tidak dikurangi, namun tidak bisa dipenuhi karena stok nya juga terbatas. tidak hanya langka harga elpiji 3 kg juga naik.

“Barangnya sering kosong, Mas. Kalaupun ada harganya Rp16 ribu sampai Rp17 ribu, “ ujar Barida warga Gempolpading, Pucuk.

Meski barang kebutuhan pokok untuk memasak di dapur itu langka di Lamongan, namun Asisten Perekonomian Pemkab Lamongan, M Fais Junaedi, mengaku, stok elpiji masih aman di Lamongan.

“Sampai sekarang belum ada laporan kelangkaan di Lamongan, Mas, “ kata Fais.

Fais optimis tidak ada kelangkaan elpiji di Lamongan karena Pemkab sudah meminta tambahan alokasi 2013 ke BPH Migas, dan kementerian ESDM.  Fais tidak merinci berapa tambahan yang diberikan BPH migas untuk Kabupaten Lamongan. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *