SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Operasi pasar LPG ukuran 3 kilogram (KG) yang dilaksanakan Pertamina bekerja sama dengan salah satu agen Bagian Pemasaran dan Pendistribusian Wilayah Bojonegoro dan Tuban di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (18/5/2013), sepi peminat. Dari 560 tabung yang disediakan Pertamina, hanya 100 tabung yang terjual.
Sepinya pembeli itu dikaranekan tidak ada sosialisasi sebelumnya kepada masyarakat maupun pemerintah desa setempat untuk pelaksanaan operasi pasar. Akibatnya warga tidak mengetahui adanya operasi pasar LPG 3 Kg.
“Saya baru diberitahu tadi. Sebelumnya tidak ada pemberitahuan,” kata Suwito, salah satu warga RT/RW. 10/3 Desa Ngumpakdalem.
Kata dia, seharusnya ada sosialisasi atau pemberitahuan sebelumnya agar warga mengetahui operasi yang dilaksanakan sehingga dapat memanfaatkan kegiatan tersebut.
“Memang ini tadi mendadak. Tidak sempat memberitahukan kepada warga,” sambung Koordinator Pemasaran dan Pendistribusian LPG Wilayah Bojonegoro dan Tuban, Eko Teguh Budi Sulistiyono.
Dia menyatakan, dari 560 tabung yang disediakan hanya terjual sekira 100 tabung. “Kalau tidak habis kita kembalikan lagi ke agen. Karena ini kerja sama dengan salah satu agen,” tegas Yoyok-panggilan akrab Eko Teguh Budi Sulistiyo.
Dalam operasi pasar ini, Pertamina membatasi pembelian 2 tabung dengan menunjukkan foto kopi kartu tandan penduduk (KTP). Pertabungnya LPG 3 KG ini dijual Rp13 ribu. Sedangkan di toko-toko harga LPG 3 Kg dijual Rp. 17 ribu pertabung, meskipun tidak ada instruksi dari Pertamina untuk menaikan harga.(roz)