SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Seorang ibu dan anak asal Desa Langkan, Kecamatan Pangkalan Balai, Kabupaten Muba, Sumatera Selatan, histeris dan mencoba bunuh diri di Kabupaten Tuban, Minggu (19/5/2013). Aksi itu nekad dilakukan karena suaminya meninggalkan dia tanpa pamit.
Informasi yang didapat menyebut, Ibu tersebut bernama Masri Patin (58), dan anaknya Yenny Tiyas Rahayu (11). Ibu dan anak itu sempat berusaha bunuh diri dengan menabrakkan diri pada truck yang melaju di Jalan Hos Cokroaminoto Tuban.
Beruntung sopir truck sigap dan menghentikan kendaraannya. Beberapa warga yang ada dilokasi kejadian langsung bekerumun untuk membujuk Ibu ini agar mau kepinggir jalan. Kemudian seorang warga langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Kota, Tuban.
Saat akan dibawa di Polsek Kota oleh petugas, Ibu dan anak itu kembali nekad mencoba bunur diri dengan melompat dari mobil patroli polisi. Akibatnya petugas terpaksa memanggil rekannya untuk membawa mobil patroli Sabhara agar dua perempuan itu tidak kabur dan mencoba bunuh diri lagi.
Setelah dibujuk, kepada petugas di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolres Tuban, mereka mengaku stres karena ditelantarkan sang suami yang mengaku warga Kecamatan Widang. Mereka mengaku sudah berada di Tuban sejak seminggu lalu dan baru pertama kali menginjakkan kaki di Tuban.
“Suami saya pamit mau beli rokok, tapi malah tidak kembali dan menelantarkan kami dengan membawa semua perbekalan. Padahal kami baru pertama kali kesini,†kata Masri Patin kepada petugas.
Dia mengaku, pertama kali mengenal pria yang sekarang ini menjadi suaminya itu saat bekerja diperkebunan kelapa sawit yang ada di Muba, Sumatera Selatan. Sekarang ini ibu dan anak itu masih diamankan di Mapolres Tuban untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (edp)