SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Jalan poros Kecamatan Purwosari – Tambakrejo, tepatnya di Dukuh Besulu, Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur longsor tergerus air sungai diwilayah setempat. Akibatnya, hampir separuh badan jalan ambles sehingga diberi rambu-rambu tanda bahaya untuk menghindari kecelakaan.
Informasi yang diperoleh, jalan utama menuju pemboran migas Tiung Biru (TBR) itu dibangun Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Aset-4 melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) pada 2011 silam. Â Namun kerusakan terjadi sejak akhir tahun 2012 lalu akibat plengsengan jalan tak kuat menahan arus air sungai. Kerusakan jalan akhirnya bertambah parah pada Maret 2013 karena tingginya intensitas hujan.
M. Wahyudi, warga Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, mengatakan, kerusakan jalan itu lebih disebabkan oleh faktor alam. Yakni, sering turun hujan membuat sungai selalu banjir. Sehingga membuat kerusakan jalan menjadi tambah parah.
“Kondisi tanahnya labil maka plengsengan itu tidak mampu menahan arus air sehingga membuat badan jalan terus terkikis,” kata Wahyudi kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (18/05/2013).
Senada disampaikan Abdul Aziz, salah satu pengendara motor asal desa Purwosari. Dia mengungkapkan, kerusakan jalan itu akibat tergerus air Kali Mati.
“Mudah-mudahan Dinas PU Bojonegoro segera memperbaiki lagi jalan yang longsor tersebut. Sebelum jalannya terputus,” ungkap Abdul Aziz saat ditemui diperlintasan jalan yang rusak tersebut.
Dari pantauan, meski hampir separuh badan jalan longsor, namun arus lalu-lintas tetap lancar. Untuk menghindari kecelakaan, sementara ini diberi batangan besi dan diurug pedel. Selain itu juga ditempatkan dua drum disisi kanan dan kiri jalan yang rusak sebagai tanda bahaya.(sam)