Tuntut Jamsostek Pekerja PLTU Mogok Kerja

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Sekira 80 pekerja PT Hubai, kontraktor penggarap turbin PT Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten, Jawa Timur mogok kerja, Senin (20/5/2013). Mereka mempertanyakan permasalahan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) yang tak kunjung diberikan perusahan asal China tersebut.

Disebutkan beberapa karyawan yang ada dilokasi, selama ini masih banyak karyawan yang selama 10 bulan tidak mendapat Jamsostek dari PT Hubai. Dengan nilai berkisar Rp70 ribu selama satu bulan. Selain itu beberapa pekerja juga banyak yang belum mendapat kartu Jamsostek meski sudah bekerja selama 7 bulan.

“Selama 7 bulan saya sudah kerja, tapi hingga saat ini belum mendapat kartu Jamsostek,” terang Ulum (27), warga Desa Beji, Kecamatan Jenu, Tuban.   

Para pekerja juga ingin memperjelas siapa yang bertanggung jawab mengurus Jamsostek. Apakah PT Hubai, selaku perusahaan tempat mereka bekerja atau CV Enggal Jaya, selaku penyalur jasa tenaga kerja untuk perusahaan tersebut.

“Yang kami sering dengar dari perusahaan, CV itu yang dipercaya untuk mengurus Jamsostek kami,” kata pekerja lain, mengungkapkan.

Baca Juga :   Target Pembangunan Jalan Temulus - Sumber Meleset

Dikonfirmasi, Direktur CV Enggal Jaya, Aripin, mengatakan, tanggung jawab pemberian Jamsostek kepada pekerja adalah PT Hubai. Selama ini, perusahaanya hanya sebatas dipinjam nama saja oleh PT Hubai  untuk mengurus Jamsostek. Karena masalah itu, Aripin mengaku, selama ini pekerja sering menuduh dirinya telah melakukan pemotongan uang Jamsostek atau bahkan menggelapkan uang tersebut.

“Tapi selama ini saya seolah difitnah, padahal CV hanya sebatas dipinjam nama saja. Pembayaran tetap diperusahaan,” tegas Aripin, yang juga perangkat Desa Beji ini.

Mengenai hal ini, Kepala Staff Keuangan PT Hubai, Li Lolo, berjanji akan sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan Jamsostek ini. Termasuk akan menguruskan kartu Jamsostek bagi pekerja yang belum dapat.

“Kami mereka minta tetap bekerja, permasalahan ini besok akan kami selesaikan. Termasuk mengurus Jamsostek untuk pekerja yang belum mendapatkan,” sambung Li Lolo, melalui penterjemah bahasanya, Endang Palupi.

Usai mendapat penjelasan, Puluhan pekerja ini kembali kerumah masing-masing dan memilih untuk tidak meneruskan bekerja hari ini.

“Hari ini kita mogok, besok saja kita akan masuk lagi. Tolong segera diselesaikan,” tandas Eko, koordinator pekerja. (edp)

Baca Juga :   Di Blora, Pupuk Melejit dan Sulit

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *