SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga Dukuh Jambe, Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengeluhkan tanaman padi milik mereka mati. Matinya tanaman padi berusia sekira tiga bulan itu diduga akibat masuknya air limbah dari pengurasan Balong lokasi sumur minyak Tiung Biru (TBR)-B yang dioperatori Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Aset-4.
Tarsono, warga Jambe, mengatakan, matinya tanaman padi itu terjadi sekira satu minggu ini. Dia menduga, matinya tanamannya itu dikarenakan air bercampur limbah dari balong lokasi TBR-B yang dikuras sekitar satu minggu yang lalu masuk keareal persawahannya.
“Warna airnya seperti solar. Sehingga, membuat padi saya mati,” kata Tarsono yang mengaku memiliki luas lahan setengah hektare dilokasi Perhutani Kalipan, petak 42.
Dia menerangkan, dari setengah hektar lahannya itu, tanaman padinya yang rusak seluas sekira seprapat hektar. Sementara, untuk yang seperempat hektar lagi kerusakan padinya tidak seberapa.
Tarsono mengaku, jika normal hasil panen yang diperoleh sekira 60 sak. Namun karena sekarang ini rusak dimungkinkan nanti hasil panen tinggal sekitar 20 sak.
“Semoga perusahaan segera ada perhatian dengan adanya kerusakan tanaman padi yang saya miliki ini, Mas,” harap dia.
“Orang Pertamina EP sudah tak kabari. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan. Saya harap agar Pertamina EP segera melakukan tindakan. Agar, gejolak warga bisa diminimalisir. Yakni, minimal diberikan ganti untung,” sambung Sugianto petani lainnya.
Dikonfirmasi terpisah, Legal & Relations PT PEP, Aset-4, Arya Dwi Paramita, berjanji, segera melakukan kroscek dilapangan terkait dengan keluhan warga tersebut.
“Akan saya konfirmasikan ke teman-teman yang di lapangan, Mas. Agar segera dicek kelokasinya,” tegas Arya Dwi Paramita singkat melalui pesan pendek, selasa (21/05/2013).(sam)