Mahasiswa Anggap DPRD Tuban Mati

tabur bunga

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Belasan Mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STITMA menganggap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, Jawa Timur telah mati, Selasa (21/5/2013). Alasannya, para wakil rakayat itu lebih suka menghambur-hamburkan anggaran untuk kegiatan yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Sebagai bentuk kekecewaannya, mereka melakukan unjuk rasa dengan membentangkan sejumlah poster berisi kecaman kepada para wakil rakyat. Sebelum long march menuju Gedung DPRD, mereka melakukan orasi di Bundaran Patung Letda Sutjipto.

“Nurani kalian sudah mati, maka terpaksa kami harus menabur bunga untuk kalian,” teriak Arif, salah satu peserta aksi, yang langsung melakukan aksi teatrikal dengan menabur bunga kebadan temannya yang berkalungkan tulisan DPRD telah mati.

Mereka mengungkapakan, seperti anggaran DPRD untuk melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) pada tahun 2013 ini senilai Rp1,5 Milyar dan sebelumnya, tahun 2012 lalu sebesar 1,8 Milyar.

Kemudian, anggaran untuk melakukan renovasi gedung DPRD Tuban pada tahun 2013 yang mencapai Rp 4,9 Milyar dinilai juga terlalu besar. Karena kondisi dan keadaan gedung DPRD Tuban masih sangat layak dan nyaman digunakan.

Baca Juga :   Kades di Lamongan Ramai-ramai Nyalon Dewan

“Bandingkan dengan nasib rumah warga yang belum punya MCK, serta rumah-rumah yang tidak layak huni,” tegas Fatkhur, Ketua PMII Komisariat STITMA dihadapan gedung DPRD Tuban.

Belum lagi anggaran untuk kapasitas lembaga DPRD tahun 2013 yang nilainya mencengangkan yakni Rp20,6 Milyar. Jumlah itu meningkat dibanding 2012 lalu sebesar Rp15,8 Milyar.

“Tapi kapasitas dari anggota DPRD Tuban masih tetap sama. Kenapa itu tidak digunakan untuk kepentingan pendidikan anak yang putus sekolah di Tuban,” tambahnya.

Untuk itu mereka menuntut kepada DPRD Tuban mencabut program peningkatan kapasitas anggota dewan karena dianggap tidak berguna. Serta menolak adanya renovasi serta kunjungan dan plesir DPRD Tuban dengan menggunakan uang APBD. (edp)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *