SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta kepada kontraktor Engineering Procurement and Construction (EPC)-5 PT Rekayasa Industri-Hutama Karya (RI-HK) untuk lebih intens melakukan koordinasi dengan pihak desa dalam mengerjakan proyeknya. Â Agar setiap persoalan yang muncul dapat segera diselesaikan sehingga tidak memunculkan gejolak sosial masyarakat.
Kepala Desa Bonorejo, Siti Rokayah, mencontohkan, seperti masalah penggunaan jalur listrik warga yang disinyalir untuk penerangan proyek EPC-5 yang mengakibatkan menurunnya daya listrik dirumah warga.
“Meski itu masalah kecil tapi bersentuhan langsung dengan warga. Jika tidak segera dikomunikasikan akan memunculkan gejolak,” kata Rokhayah ditemui suarabanyuurip.com dikediamannya, Selasa (21/05/2013).
Selain itu, menurut Siti Rokhyah, yang tak kalah pentingnya adalah memberdayakan masyarakat lokal dalam pelaksanaan proyek EPC-5. Seperti memberikan kemudahan kepada perusahaan lokal sekitar Banyuurip yang sudah terlibat dalam pelaksanaan proyek .
“Saya sering dilapori warga Bonorejo yang punya CV dan terlibat dalam proyek EPC-5 khususnya yang ditangani PT Hutama Karya sejak bulan Desember 2012 hingga saat ini belum mendapatkan uang. Kalau kurang pas invoicenya, seharusnya dikasih tahu dan dijelaskan yang benar itu sepertia apa,” ungkap Rokayah.Â
Dia mengungkapkan, dengan terkendalanya penagihan itu membuat perusahaan lokal yang terlibat diproyek EPC-5 Banyuurip kedodoran masalah finansial. Rokayah mencontohkan, seperti informasi yang diperoleh, CV Sinergi Bangun Sarana sampai saat ini belum cair penagihannya.
“Apapun perusahaannya jika kondisi keuangannya tidak kunjung cair pasti akan mengeluh. Untuk harus dibicarakan bagaimana solusinya, agar pekerjaan berjalan sesuai harapan,†imbuhnya.
Sementara itu, salah satu tim lapangan HK, Dodi, belum memberikan jawaban terkait permasalahan tersebut. Ketika dihubungi telepon selulernya, Selasa (21/5/2013) malam, terdengar nada sambung, namun tidak diangkat.(sam)