Industri Migas Dongkrak Pajak Restaurant

restourant

SuaraBanyuurip.com – D Suko

Bojonegoro – Adanya industri minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur telah memberikan dampak ekonomi dan pendapatan daerah. Pendapatan dari sektor pajak restaurant meningkat seratus persen dengan berkembangnya usaha restaurant dan perhotelan.

Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Bojonegoro, Herry Sudjarwo, mengungkapkan, pendapatan pajak restaurant pada tahun 2013 mengalami peningkatan secara signifikan dibanding dua tahun lalu.

“Peningkatan pemasukan ini sejak tahun 2012 lalu,” kata Hery Sudjarwo kepada www.suarabanyuurip.com, Kamis (23/5g2013).

Dia mengungkapkan, untuk tahun 2012 pajak yang diterima daerah dari restaurant sebesar Rp 750 Juta. Kemudian meningkat ditahun 2013 menjadi Rp 1,5 Miliar. Pendapatan tersebut 80 persen dari setoran pajak restauran dengan standart menu, dan 20 persen dari setoran depot dan warung biasa. Selain itu juga dari konsumen dimasing-masing restaurant dikenakan pajak 10 persen untuk setiap pembelian.

“Tiap bulan rata-rata setoran ke Dispenda sebesar Rp 125 juta,” sergah Hery, menerangkan.

Menurut dia, meningkatnya pajak restaurant ini karena adanya industri migas di Bojonegoro yang mengubah gaya hidup masyarakat yang awalnya masih tradisional menjadi modern. Terbukti jumlah pengunjung restauran lebih tinggi daripada rumah makan, warung dan depot yang lama berada di Kota Ledre.

Baca Juga :   Tutup Akses Jalan, Warga Pelem Minta Dipekerjakan di Proyek Gas JTB

Sejumlah restaurant yang banyak menyumbangkan pendapatan bagi daerah diantaranya Warung Apung, Adelia, Resident Resto, Javanilla, Quick Group, Klothok Resto. Selain itu juga dari rumah makan dan usaha catering.

“Sesuai survei yang kami lakukan, pengunjung restaurant sebagian besar berasal dari pekerja proyek migas yang membutuhkan semacam tempat makan yang nyaman, dan berstandart nasional,” ujar Hary, mengungkapkan.

Dia menambahkab, untuk lebih menggairahkan konsumen restaurant pihaknya akan memberikan reward kepada masyarakat dengan mengadakan kuliner berhadiah. Caranya, masyarakat yang melakukan wisata kuliner dibeberapa restaurant di wilayah Bojonegoro dapat mengisi identitas di balik struk atau bill pembayaran sesetelah makan kemudian dimasukkan ke dalam kotak undian di kantor Dispenda Bojonegoro di Lingkup Sekretariat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di Jalan Mas Tumapel.

“Pemenang akan diundi pada akhir 2013 mendatang,” tukas Hery. (suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *