SuaraBanyuurip.com – D Suko
Bojonegoro – Unjuk rasa yang dilakukan belasan kontraktor lokal sekitar pemboran Migas Blok Cepu, Kamis (23/5/2013) kemarin, melahirkan kebersamaan diantara perusahaan di ring 1 sumur Banyuurip. Mereka sepakat membentuk Persatuan Perusahaan Lokal Banyuurip sebagai ganti Forum Komunikasi Kontraktor Lokal (FKKL) yang sudah lama vakum.
“Wadah ini terbentuk atas keinginan rekan-rekan pengusaha lokal Banyuurip,” kata Ketua Persatuan Perusahaan Lokal Banyuurip, Supolo kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (24/5/2013).
Supolo menerangkan, dengan adanya wadah ini lebih dapat mempersatukan perusahaan lokal diwilayah Banyuurip agar dapat terlibat secara maksimal dalam proyek migas Blok Cepu.
“Biar lebih solid lagi dan memudahkan sesama kawan-kawan pengusaha berkoordinasi,” tegas tokoh masyarakat Desa Brabowan, Kecamatan Gayam ini.
Rencananya, untuk memudahkan koordinasi antar anggota, Persatuan Perusahaan Lokal Banyuurip ini akan menyewa sebuah rumah untuk perkantoran. Sewa tersebut akan diambilkan dari uang kompensasi sebagai ganti rugi tidak dilibatkannya 16 kontraktor lokal Banyuurip dalam pekerjaan water basin oleh PT. Kencana Graha Pertiwi (KGP), subkontraktor PT. Rekaya Industri (Rekind) – Hutama Karya (HK), pemenang tender proyek engineering, procurement and construction (EPC) – 5 Banyuurip.
“Selain itu juga nantinya untuk operasional lembaga ini. Dan kawan-kawan kontraktor sudah sepakat,” ungkapnya.
Supolo menegaskan, pada prinsipnya perusahaan lokal mendukung proyek Blok Cepu, termasuk yang dilaksanakan oleh KGP. Hanya saja, agar kegiatan yang dilakukan senantiasa melibatkan pengusaha lokal.
“Kami juga minta ma’af bila aksi yang kami lakukan kemarin mengganggu pelaksanaan proyek,” pungkas dia. (suko)