Perempuan Blok Cepu Dilatih Kewirausahaan

Kerajinan

SuaraBanyuurip.com – D Suko

Bojonegoro – Perempuan Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dilatih kewirausahaan. Mereka dibekali keterampilan agar mandiri dan dapat meningkatkan perekonomiannya.

Salah satu jenis keterampilan yang diterima para kaum hawa di ring 1 pemboran migas Blok Cepu itu adalah membuat bunga kering dari kulit jagung (klobot) dan handy craft  dari pelepah pisang.

“Senang sekali, Mas. Baru kali ini kami dilatih membuat kerajinan seperti ini. Ternyata buatnya gak begitu ribet,” kata Puji Utami, salah satu perempuan Desa Gayam disela-sela membuat kerajinan.

Puji berharap, ada tindak lanjut dari keterampilan yang diperoleh kaum perempuan Desa Gayam untuk mengembangkan usahanya. Semisal ada showroom di wilayah Gayam untuk memasarkan hasil kerajinan tersebut.

“Kami ingin nantinya kerajinan ini menjadi salah satu produk unggulan disini. Apalagi disini ada pengeboran migas, banyak pendatang yang kesini,” ungkap Puji.

Menurut perwakilan Pusat Pemberdayaan Komunitas Kota (POSDAKOTA), Maria Dorotea, pelatihan kewirusahaan yang diberikan ini merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian yang dilakukan di Bojonegoro khususnya didaerah sekitar pemboran. Dari hasil kajian yang dilakukan, pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal inilah yang dinilai tepat untuk memberdayakan perempuan diwilayah pemboran migas Blok Cepu.

Baca Juga :   Dirut ADS Bojonegoro Usulkan Kolaborasi Pemasaran Produksi Batik

“Bahan baku untuk usaha ini sangat banyak ditemui sini dan terbuang percuma begitu saja selama ini. Karena itulah mereka memilih untuk mengembangkan jenis usaha ini,” sambung Tea.

Dia berharap, dengan keterampilan yang dimiliki perempuan disekitar pemboran migas Blok Cepu ini nantinya dapat mambantu meningkatkan perekonomiannya. Sebab usaha ini dapat dilakukan disela-sela waktu mereka sebagi ibu rumah tangga yang selama ini banyk waktu luangnya yang terbuang sia-sia.

“Kami akan bersama-sama berjuang mengembangkan usaha ini bersama mereka,” tegas wanita asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini. (suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *