SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro-Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro,  Jawa Timur, Amir Syahid mengakui, cuaca saat ini tidak bisa lagi diprediksi dan tidak menentu.
“Kalau tahun 2012 lalu bulan Mei sudah masuk musim kemarau, tapi tahun ini Juni masih turun hujan. Jadi kita tidak bisa memprediksi,” ujar Amir, Senin (03/06/2013).
Menurut dia, cuaca seperti saat ini istilahnya merupakan kemarau basah, artinya meskipun musim kemarau namun masih turun hujan. Dia menambahkan, sesuai dengan perkiraan cuaca dari Badan Meteorolagi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di kawasan Bojonegoro hari ini terjadi hujan ringan.
“Cuaca seperti ini menyeluruh diwilayah Indonesia,” tegas Amir.
Amir mengungkapkan, kondisi cuaca seperti sekarang ini biasanya kerap dibarengi dengan adanya angin kencang disertai petir. “Sebaiknya lebih berhati-hati dalam menjalankan aktifitasnya,” ujarnya.
Sementara itu, daerah dilokasi proyek Banyuurip, Blok Cepu juga mengalami cuaca tak menentu. Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, siang tadi sempat terjadi hujan deras. Sedangkan dibeberapa desa lain hanya sebatas mendung gelap. (roz)