SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Tertundanya pengelolaan gas di Lapangan Sukowati milik Joint Operating Body Pertamina East Java (JOB P-PEJ) di Desa Campurejo, Kecamatan Kota, Bojonegoro oleh PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) dipastikan tidak merugikan perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu.
“Proyek itu memang ada penundaan, tetapi berita yang beredar jika Bojonegoro kehilangan potensi pendapatan sekitar 30 miliar rupiah. Kalau kerugian dari sisi finansial saya kira tidak, karena telah dilindungi oleh kontrak yang ada,†tegas Dirut PT BBS, Deddy Affidik, Senin (3/6/2013).
Sesuai kontrak yang ada, ungkap Deddy, PT BBS sebagai mitra mempunyai jaminan pendapatan tahunan untuk tahun 2013. Jadi jika proyek ini tidak jalan sama sekali pada tahun 2013, pihaknya tetap mendapatkan income (pemasukan). Demikian pula dengan tahun 2014 mendatang.
“Ini saja jika proyek jalan, misalnya untuk tahun 2013 itu pendapatan minimum yang dijamin oleh kontrak bagi kami adalah sekitar 1,3 juta Dolar atau sekitar 13 miliar rupiah,†paparnya.
Dia tambahkan, seandainya proyek gas flare pada tahun 2013 berjalan, ternyata saat dihitung dana bagi hasil yang didapat PT BBS hanya Rp5 miliar, tetap PT BBS akan mendapatkan Rp13 miliar. Â Misalnya lagi, jika dihitung-hitung dapatnya hanya nol atau tidak mendapatkan dana bagi hasil sama sekali, Â PT BBS tetap mendapatkan Rp13 miliar.
“Tapi kalau ternyata bagian kami 15 miliar, ya dapat 15 miliar itu. Dengan terlambatnya proyek ini, kami kehilangan peluang untuk mendapatkan lebih dari 13 miliar tersebut. Walaupun belum tentu mendapatkan sebesar itu,†jelas pria berkacamata minus ini.
Meskipun begitu, Deddy berharap proyek tersebut dapat berjalan dengan lancar tanpa ada halangan apapun. Karena, jika proyek berjalan akan semakin mendapatkan manfaat yang lebih besar. Diantaranya, mengurangi gas suar bakar, peluang kerja meskipun sedikit, dan bisa belajar bagaimana melakukan pengelolaan gas.
“Jika nanti Unitisasi Jambaran-Tiung Biru beroperasi, kami sudah memiliki pengalaman dibidang pengelolaan gas,†imbuhnya.
Disinggung mengenai kerjasama dengan PT Intermedia Energi (IME), Deddy menyatakan, masih ada kontrak kerjasama. Meskipun diakui jika penundaan proyek ini adalah tanggung jawab dari PT IME selaku mitra.
“Kami masih percayakan kerjasama ini dengan PT IME, karena mereka masih memiliki komitmen untuk memperbaiki kekurangan dalam perjalanannya selama ini. Kalau mereka minta maaf dan mau memperbaiki kekurangan ya kenapa tidak?†tandasnya. (rien)