SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro- Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada minggu ketiga Juni ini dinilai tidak tepat karena mendekati bulan puasa ramadhan. Kebijakan itu dikhawatirkan justru akan memberatkan masyarakat karena akan memicu naiknya harga sembilan bahan pokok (Sembako) .
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bojonegoro, Jawa Timur, Suyanto, menyatakan, selain menjelang bulan puasa, juga mendekati lebaran dan penerimaan siswa baru.
“Sehingga saya tidak yakin jika bbm naik dalam waktu dekat ini,” tegas Suyanto kepada suarabanyuurip.com, Selasa (4/6/2013).
Dia meyakini, jika pemerintah tetap memaksakan menaikkan harga BBM maka akan muncul gejolak penolakan di lapangan. Karena rakyat merasa itu memberatkan, walaupun mereka diiming-iming kompensasi sebagai ganti pengalihan subsidi BBM.
“Kami menyarankan agar pemerintah menunda rencana kenaikan harga BBM subsidi pada bulan juni ini,” tandas dia.(rien)