Perusahaan Migas Diminta Sinergi Entaskan Kemiskinan

SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo

Tuban – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, meminta kepada semua operator migas yang beroperasi diwilayahnya untuk bersinergi dalam penanganan pengentasan kemiskinan. Demikian diungkapkan Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Media Pemkab Tuban, Sulistiyadi, saat dikonfirmasi mengenai kontribusi perusahaan migas yang saat ini berencana melakukan kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi di Tuban.

“Kalau mau gulirkan CSR harus disinergikan dengan program Pemkab Tuban,” tegas Sulistiyadi, berbicara melalui ponsel dengan SuaraBanyuurip.com, Selasa (4/6/2013).

Dia mencontohkan, dalam pengentasan kemiskinan hendaknya perusahaan lebih memperhatikan keadaan ekonomi masyarakat. Bukan sekedar pembangunan fisik seperti sarana dan prasarana yang terjadi selama ini. Melainkan memberikan program pelatihan intensif atau menyiapkan program kepada Usaha Kecil Menengah (UKM) yang telah dibentuk masyarakat.  

“Membantu mewujudkan program ini di UKM yang ada,” timpal mantan Camat Kota, Tuban, ini.

Selain pengentasan kemiskinan, prioritas lain yang harus diperhatikan perusahaan adalah bidang pertanian. Karena saat ini, kedua bidang ini yang menjadi prioritas Pemkab untuk masyarakat Tuban.

Baca Juga :   BLH Rekomendasikan Uji Coba Dilanjutkan

“Untuk itu kita minta sharing, agar perusahaan memperhatikan kedua bidang ini. Agar sejalan dengan bidikan Pemkab dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan pertanian,” pungkasnya.

Untuk diketahui,  sekarang ada beberapa kegiatan Migas yang tengah berlangsung di Tuban. Diantaranya pembangunan fasilitas puncak produksi minyak Banyuurip yang dilaksanakan Mobil Cepu Ltd (Mcl), operator migas Blok Cepu, eksplorasi dan eksploitasi migas oleh Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) dikawasan Kecamatan Soko.  Selain itu perusahaan asal Cina ini juga berencana melakukan eksplorasi Sumur Sumber, di Kecamatan Merakurak, Tuban.

 Terakhir, adalah adanya Terminal Bahan Bakar Minyak Tuban (TBBMT), yang ada di Desa Remen, Kecamatan Jenu, milik PT Pertamina, sebelum melakukan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) disebagian besar kota di Jawa Timur dan sebagian kota di Jawa Tengah. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *