Petani Kesulitan Memanen Kacang Tanah

kacang

SuaraBanyuurip.com – Edy  Purnomo

Tuban – Kerap turunnya hujan hingga Juni ini berdampak pada hasil panen kacang tanah yang dilakukan sejumlah petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Mereka kesulitan memanen kacang tanah karena akar tanaman terlalu rapuh. Akibatnya banyak biji kacang tertinggal didalam tanah.

“Bagian bawah tanaman sudah membusuk,” kata Suti’ah (52), warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Tuban, Kamis (6/6/20w3) ditemui disela-sela memanen kacang.

Dikatakan, membusuknya bagian pangkal tanaman yang biasa menjadi tempat biji kacang tanah ini akibat hujan yang masih turun hingga sekarang. Selain karena busuk akibat terlalu banyak terkena air, juga akibat usia tanaman yang sudah terlalu tua karena harus menunda masa panen yang seharusnya sudah dilakukan sebulan yang lalu.

“Bagaimana mau panen, wong hujannya ndrundung,” kata Sugik, petani kacang tanah lain, asal Desa Kowang, Kecamatan Semanding, Tuban, dengan logat jawa.

Meski tidak terlalu mempengaruhi kualitas biji kacang, tapi petani saat ini bisa dikatakan merurgi. Selain karena jumlah produksi yang turun, juga akibat harus mengeluarkan biaya tambahan dengan menggali kembali beberapa lubang bekas tanaman kacang tanah untuk mengambil biji kacang yang tertinggal.

Baca Juga :   Ansor Tuban Bagi Ikan Bakar Gratis

Kondisi ini, terjadi dibeberapa titik lahan tadah hujan yang tersebar disedikitnya 4 Kecamatan di Tuban. Diantaranya Kecamatan Palang, Kecamatan Semanding, Kecamatan Grabagan, dan Kecamatan Parengan.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *