SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur melakukan pemetaan ulang penggunaan lahan industri diwilayahnya. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya investor yang berminat untuk berinvestasi di Bumi Ronggolawe –sebutan lain Kabupaten Tuba.
“Mau tidak mau kita harus lakukan pemetaan ulang,†kata Kepala Bagian Humas dan Media Pemkab Tuban, Sulistiyadi, saat ditemui dikantornya, Jum’at (7/6/2013).
Dia menjelaskan, pemetaan ulang lahan industri ini diperlukan karena pelaku industri banyak yang ingin melakukan investasi di bagian barat Tuban. Sebab dibagian timur investor mengaku kesulitan sarana transportasi karena terkendala adanya bengawan solo.
“Tidak ada investor yang mau masuk kewilayah timur. Sedang lahan yang dibutuhkan untuk usaha rata-rata membutuhkan lahan yang luas,†jelas didit, sapaan akrab Sulistiyadi, dikonfirmasi mengenai banyaknya investor yang mau masuk ke Tuban.
Meski demikian, Pemkab berjanji akan tetap mempertahankan lahan-lahan pertanian agar Tuban masih bisa mempertahankan sektor agraris. Karena disamping pengentasan kemisikinan, pertanian yang juga meliputi peternakan, perkebunan, dan pengairan menjadi garapan serius Pemkab Tuban saat ini.
Sekedar diketahui, saat ini sudah banyak pabrik besar yang berada diwilayah barat kota Tuban. Selain itu, selama ini Pemkab Tuban juga kerap mewacanakan untuk melakukan pengembangan kota kewilayah Tuban bagian barat. Seperti di Kecamatan Jenu, Kecamatan Kerek, dan Kecamatan Tambakboyo. (edp)