PEP : Kekecewaan Bukan Alasan Untuk Mencuri

SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo

Tuban – Kekecewaan  yang diungkapkan para tersangka terhadap kebijakan Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP)  kepada wartawan dianggap perusahaan negara ini, bukan satu alasan untuk melakukan tindak pencurian, Sabtu (8/6/2013).

“Kekecewaan kepada perusahaan bukan alasan untuk lakukan pencurian,” kata Legal and Relation Manager Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Asset 4, Arya Dwi Paramita, menanggapi pengakuan tersangka kepada wartawan SuaraBanyuurip.com.

Arya juga menepis tudingan tersangka, yang mengatakan PEP tidak ada kepedulian masyarakat. Karena Pertamina memiliki prinsip untuk tumbuh bersama lingkungan. Dengan adanya beberapa program pemberdayaan yang diperuntukkan untuk masyarakat. Meski lupa tepatnya berada di desa mana, Arya mengaku di Kecamatan Senori ada program peternakan sapi yang diperuntukkan untuk warga.

“Di Kecamatan Senori ada program peternakan sapi untuk warga,” sanggah Arya melalui Ponselnya.

Dia katakan, apabila program itu dirasa kurang tepat. Agar sesegera mungkin dikomunikasikan ke perangkat desa maupun kecamatan. Untuk dibicarakan lagi dengan perusahaan karena akan dilakukan evaluasi. Setiap program yang membawa dampak positif bagi masyarakat pasti akan disetujui oleh perusahaan.

Baca Juga :   Mulai Tanam Petani Butuh Banyak Solar

“Jadi semua program itu ada mekanismenya, Mas, selama ini juga kami sudah sering melakukan komunikasi dengan kecamatan maupun perangkat desa yang ada di sana,” tambahnya.

Terkait isu adanya gejolak sosial yang ada disana. Arya minta, apabila ada permasalahan atau ganjalan ke perusahaan. Agar melaporkan dan melakukan komunikasi itu ke kantor terdekat.

“Kalau ada permasalahan, datang ke kantor terdekat, dan mari kita lakukan komunikasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, tiga tersangka pencurian alat pengeboran milik PEP. Mereka masing-masing Slamet (48) warga Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Tuban, Krisantono alias Usro’ warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Singgahan, Tuban, dan Sunoto (44), warga Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Tuban, mengaku merasa jengkel dengan PEP. Karena dianggap tidak pernah memperdulikan nasib warga sekitar pemboran. Khususnya di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *