SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)Â Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Lamongan, Jawa Timur yang digelar 5 Mei 2013 lalu menjadi barometer perhelatan demokrasi desa di Kabupaten Lamongan.Â
Tingkat kehadiran warga mencapai 98 persen, dan pelaksanaannya berlangsung kondusif. Kondisi ini menjadi percontohan terbaik pelaksanaan demokrasi level bawah di Lamongan.
Tingginya antusias warga Sumurgenuk menyukseskan pesta demokrasi 6 tahunan tersebut tidak lepas dari sosok Supaat. Kades incumbent yang tampil sebagai calon tunggal saat Pilkades itu sangat dicintai warganya.
Selama satu periode menjadi petinggi desa ( 2007-2013), Supaat tidak saja mampu memujudkan kemajuan pembangunan desa namun telah total memberikan pelayanan ke masyarakat. Hal itu menjadi modal besar bagi mantan kondektur bus ini sehingga mulus melenggang duduk kembali di kursi tertinggi di pemerintahan desanya.
Saat Pilkades pun Supaat mengantongi 2.203 suara. Bumbung kosong 129 suara, dan tidak sah sebanyak 60 suara.
“Kemenangan ini merupakan hadiah terindah bagi warga desa Sumurgenuk,“ kata Supaat, Minggu (9/6/2013).
Menurutnya, jika banyak kemajuan yang tercapai di Desa Sumurgenuk, tidak lepas dari dukungan warga sendiri. Dalam setiap kegiatan pembangunan, warga selalu siap cancut taliwondo, gugur gunung mendukung kegiatan pembangunan.
“Saya hanya sebatas berusaha agar mendapat banyak proyek bantuan untuk mengangkat pembangunan desa,“ terang Supaat merendah.
Yang pasti, potret desa maju tampak di Desa Sumurgenuk. Sarana prasarana fasilitas umum telah terbangun di desa dengan jumlah penduduk 3.011 jiwa ini. Jalan poros desa yang menghubungkan tiga dusun (Buluterate, Sumurgenuk, dan Ploro) sepanjang 10 kilometer telah dibangun paving. Padahal masih banyak desa-desa di Lamongan yang belum tersentuh pembangunan jalannya.
Gedung TK, Paud, dan fasilitas umumnya juga telah dibangun representatif sehingga tidak ada lagi kesan desa terisolir.
Diperiode awal kepemimpinannya, Supaad juga menitikberatkan pembangunan pertanian mengingat mayoritas warga hidup dari bertani. Irigasi pertanian, jalan pertanian, dam dan saluran air telah dibangun semuanya sehingga produksi pertanian terdongkrak hingga 100 persen.
Untuk memoles desanya, Supaat benar-benar bekerja maraton. Hasilnya, setiap tahun desa yang Sumurgenuk selalu mendapat kucuran proyek baik dari Pemkab, Provinsi maupun pusat puluhan hingga ratusan juta. Bahkan di tahun 2011, Desa Sumurgenuk mencapai rekor penerima bantuan terbesar di Lamongan mencapai Rp1 milyar.
“Ke depannya mudah-mudahan saya bisa memberikan yang lebih baik lagi. Semoga tidak mengecewakan warga yang tulus memberikan amanah pada saya, mohon doanya,“ ujar kades yang hidupnya sederhana ini.
Dia tambahkan, pembangunan tidak ada kata berakhir. Dirinya akan tetap berjuang agar Sumurgenuk lebih maju lagi.
Yang menarik sebelum dua periode dipimpin Supaat, kades Sumurgenuk dipimpin kakak Kandung Supaat bernama Sujono. Sujono juga menjabat Kades Sumurgenuk dua periode. Kini Sujono menjabat anggota DPRD Lamongan. (adv/tok)