SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Program Water For Life (air untuk kehidupan) yang dilaksanakan Singapora International Foundantion (SIF) di sejumlah sekolah di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dirasa membantu para siswa dan guru. Selain mereka dengan mudah mengkonsumsi air minum, pihak sekolah tak lagi membeli air minum karena air dari PDAM dapat langsung dikonsumsi.
Dalam program ini dibangun tandon air setinggi 4 meter bercat kuning cerah dihalaman SDN Sukorejo I dan II. Diatas tandon tersebut terdapat drum plastik besar berkapasitas sekitar 200 liter air. Air dalam drum yang berasal dari air perusahaan daerah air minum (PDAM) itu kemudian disalurkan melalui selang ke alat filter air membran.
Alat itulah yang bisa menseterilkan air hingga higienis dan bisa diminum langsung walau tanpa dimasak. Dibawah filter air membran tersebut dipasang kran sehingga air minum bisa dikosumsi kapanpun.
Kepala Sekolah SDN Sukorejo I, Sunarno, mengaku, sangat terbantu dengan adanya alat filter membran air tersebut. Sebab dengan bantuan ini selain dapat menjaga kesehatan siswa, juga dapat menekan pengeluaran untuk kebutuhan air bersih.
“Rata-rata satu minggu sekolah menyediakan 2 galon air untuk kebutuhan air minum anak. Dengan adanya alat ini kapan saja bisa minum sepuasnya,†kata Sunarno kepada sejumlah wartawan, Selasa (11/6/2013).
Menurut dia, rencananya disekitar tandon tersebut akan ditempatkan meja dan gelas minum sehingga anak tidak berebut dari tandon air tersebut. Walau telah memiliki tandon air bersih, Sunarno mengaku belum mencicipi air tersebut.
“Pemasangan alatnya baru pagi tadi, jadi belum sempat minum airnya,†kelit Sunarto.
Saat wartawan suarabanyuurip.com memintanya meminum air tersebut, Sunarno baru menyuruh salah satu guru mengambilkan gelas. Dia kemudian menuangkan air kran kedalam gelas. Â Saat meminumnya Sunarno tampak ragu-ragu. Hanya seteguk yang diminum.
 “Enak seperti air dalam kemasan,†jawab Sunarno sambil tersipu.
SDN Sukorejo I dan II merupakan dua sekolah SDN yang digabung menjadi satu. SDN Sukorejo I yang dibangun tahun 1932 merupakan sekolah tertua di Kota Lamongan. Jumlah siswanya 190 siswa. Sementara SDN Sukorejo II dibangun tahun 1962 dengan jumlah siswa 290 siswa. Walau menjadi sekolah unggulan, SDN Sukorejo I dan II siswanya dari keluarga menengah kebawah.(tok)