SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Karang Taruna (Kartar) Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menolak perbaikan lapangan sepak bola desa setempat yang ditawarkan Mobil Cepu Ltd (MCL), operator Migas Blok Cepu.
“Kami ingin yang sudah ada penggantinya dan benar-benar siap digunakan,” kata Ketua Kartar Desa Gayam, Narito dalam sebuah kesempatan disela acara Sosialisasi Tajak Sumur Pengembangan Banyuurip di rumah Kepala Desa Gayam Pudjiono, Selasa (6/11/2013).
Dia menilai, kondisi Lapangan Gayam sudah sempat dilakukan pengerjaan oleh kontraktor enegineering, procurement and construction (EPC) -2 Banyuurip, konsorsium PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – Kelsri. Sebab, lapangan gayam terlewati jalur pipanisasi sepanjang 72 km hingga ke Palang, Tuban. Padahal, menurut dia, MCL sudah berkomitmen tidak akan melakukan aktivitas pengerjaan sebelum terpenuhinya lapangan pengganti yang baru.
“Saya masih ingat kesepakatanya pada tahun 2011 lalu yang telah ditanda tangani oleh semua pihak, mulai dari Pemkab, MCL, BP-Migas, dan Pemdes,” tukasnya.
Sementara itu, Field Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijya, mengungkapkan, penyelesaian enam item sudah selesai. Hanya tinggal Lapangan Gayam saja. Akan tetapi untuk lapangan penyelesaianya membutuhkan proses. Sebab harus melalui persetujuan beberapa pihak. Bahkan, sampai harus ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Karena adanya aturan baru lagi, saat ini masih proses di Gubernur Jawa Timur,” terang Rexy.
Oleh karenanya, sebagai bentuk tanggung jawab, lanjut dia, MCL siap merenovasi lapangan yang menjadi bagian komitmen penyelesaian enam issu sosioekonomi sekarang ini. Dengan harapan untuk sementara pemuda Gayam bisa menggunakan lapangan lama sambil menunggu adanya Lapangan pengganti.
“Bahkan ini tambahan komitmen kami, diluar kesepakatan tersebut,” katanya.(roz)