SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro- Kajaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro, Jawa Timur tengah mengusut dugaan penyelewengan pencairan dana alokasi khusus (DAK) 2012 untuk proyek meubeler oleh Dinas Pendidikan (Disdikda) Kabupaten Bojonegoro.
Kepala Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Tugas Utoto, mengungkapkan, telah mengumpulkan bahan dan keterangan tentang pengadaan meubeler dalam DAK 2012 senilai Rp4,2 Milyar. Kesimpulan sementara terdapat dugaan penyimpangan dalam pengadaan meubeler itu karena tidak sesuai dengan spek yang ada.
“Saat ini sudah tahap penyidikan. Minggu ini kami akan meminta keterangan dan memanggil calon saksi,” tandasnya.
Dia katakan, jika nantinya terbukti ada penyimpangan maka pihak Kejari akan terus melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua pihak yang terlibat dalam pengadaan meubeler tersebut.
“Tidak pandang bulu siapapun orangnya tetap akan kita proses,†tegas Tugas.
Sementara itu,beredar kabar jika dalam pengadaan meubeler di 111 sekolah itu dilakukan oleh oknum dari Disdikda. Diduga oknum tersebut meminjam nama sebuah perusahaan meubeler.
Dikonfirmasi terpisah Kepala Disdikda Bojonegoro, Khusnul Khuluq, mengaku, akan membentuk tim khusus untuk menyelesaikan masalah tersebut. Meskipun begitu pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab keterlambatan.
“Kami akan bentuk tim khusus untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan segera,” sambung Khusnul. (rien)