SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Berbeda dengan operator migas lainnya, Mobil Cepu Ltd (MCL), anak usaha ExxonMobil menyatakan tidak akan memberikan bantuan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat dalam hal keagamaan.Â
“Di Amerika pun tidak ada, MCL atau Exxon tidak memperbolehkan memberi bantuan untuk agama,” tegas Field Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya disela Sosialisasi Tajak Sumur Banyuurip di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur kemarin.
Rexy mengungkapkan, hal itu berlaku untuk semua agama yang diakui. Sebab, keyakinan umat beragama pun bervariatif dan cenderung banyak alirannya. Meski demikian, acuan tersebut tidak serta merta berlaku tetap.
Dia mengungkapkan, MCL tidak ingin ada pembedaan atas nama agama. Namun begitu, MCL masih bisa memberikan kompensasi dengan melihat konteksnya dulu.
“Terkecuali dirasa kalau ada kaitanya dengan salah satu tiga pilar MCL kemungkinan masih bisa,” kata Rexy, menjelaskan.
Sebagaimana diketahui, MCL dalam operasinya mengedepankan bantuan melalui tiga pilar bentuk tanggung jawab sosial masyarakat.Yaitu pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
Apa yang diungkapkan Rexy ini menanggapi masukan-masukan dari warga maupun pemerintah desa yang menginginkan ada peningkatan program bantuannya melalui Corporate Social Responbility (CSR) sejalan dengan peningkatan produksi yang dihasilkan.
Saat ini produksi minyak Lapangan Banyuurip Blok Cepu berada dikisaran 26 ribu barel per hari (bph). Diperkirakan produksi Banyuurip mencapai puncaknya pada kuartal tiga pada tahun 2014 sebesar 165 ribu bph. (roz)