SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro- Untuk mencapai target produksi migas nasional, pemerintah pusat dan daerah sepakat membentuk Tim Pendukung Percepatan Optimalisasi Migas (TPPOM). Tim ini memiliki tugas membantu mempercepat penyelesaian permasalahan eksplorasi dan eksploitasi migas di daerah seperti yang diamanatkan dalam intruksi presiden (Inpres) No2/2012 tentang percepatan target produksi migas nasional.
Bupati Bojonegoro, Suyoto, mengatakan, pembentukan TPPOM ini untuk maksimalkan produksi migas di Kabupaten Bojonegoro. Tim ini beranggotakan pemerintah daerah, provinsi Serta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).Â
“Tim ini merupakan pengembangan dari tim optimalisasi kandungan lokal yang sudah terbentuk, hanya ditambahi tim percepatan pendukung optimalisasi,” tegas Suyoto usai rapat koordinasi dengan sejumlah pejabat kementerian, Selasa (11/6/2013) kemarin.
Dia menerangkan, tugas dari TPPOM nantinya adalah mempercepat berbagai perijinan, serta masalah dilapangan yang dianggap menghambat pencapaian Inpres 2/2012. Misalnya, masalah perijinan pembangunan flyover (jembatan layang), tukar guling tanah kas desa (TKD), serta permasalahan sosial lainnya di proyek Banyuurip, Blok Cepu yang belum selesai hingga kini.
“Didalam TPPOM ini sudah ada Pemprov jadi kita tinggal menyelaraskan saja,†tandas Suyoto.
Ketua DPW PAN Jatim ini, mengungkapkan, latar belakang dibentuknya TPPOM ini adalah munculnya persepsi berbeda dari pemerintah pusat terhadap daerah. Dimana daerah sering dituding menghambat kegiatan eksplorasi dan eksploitasi untuk pencapaian target produksi migas nasional.
“Karena itu TPPOM ini perlu dibentuk. Selain untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul, tim ini juga untuk mengawal terwujudnya Inpres No.2/ 2012. Terlebih  produksi migas nasional saat ini bertumpu pada Blok Cepu,†papar Kang Yoto-panggilan akrab Bupati Suyoto.
Sekadar diketahui, saat ini produksi migas nasional 840.000 barel per hari (bph). Berdasarkan Intruksi Presiden No.2/2013 jumlah produksi itu akan dinaikkan menjadi 1,01 juta bph pada 2014 mendatang. Target itu bisa dipenuhi salah satunya dari lapangan banyuurip yang produksinya ditarget bisa mencapai 165 ribu bph – 185 bph pada pertengahan 2014 mendatang. (rien)