SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban –Sulitnya kondisi lokasi pemboran Sumur Karang Mudi di Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur akibat kerap tergenang banjir, membuat Operator Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) harus berpikir ekstra untuk dapat mengeksplorasi sumur tersebut.
“Maka kami akan mensiasati melakukan pemboran Karang Mudi dari Mudi Pad C,” kata  General Manager JOB PPEJ, Edi Fritz Dominggus kepada SuaraBanyuurip.com, Jum’at (14/6/2013).
Dia menerangkan, selain wilayah itu sering terendam banjir, sulitnya pemboran Karang Mudi juga dikarenakan ruwetnya pembebasan lahan yang harus melalui beberapa mekanisme seperti yang diamanatkan dalam Undang-undang No.2/2012. Yakni harus melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan beberapa mekanisme lainnya karena pembebasan lahan itu masuk dalam kebutuhan lahan untuk kepentingan umum.
â€Apalagi sampai sekarang pentuk pelaksana undang-undang itu membingungkan,†tegas Edi Friz.
Ditambahkan, pemboran Karang Mudi akan mulai dilakukan pada awal 2014 mendatang setelah JOBP-PEJ selesai mengerjakan pemboran di sumur sumber.
“Setelah dari sini kita akan lakukan pengeboran yang ada di Karang Mudi,” pungkas dia.
Diketahui, sumur sumber dan sumur Karang Mudi, merupakan dua sumur yang akan dilakukan eksplorasi untuk mengetahui cadangan migasnya. Diharapkan dua sumur itu mampu mendongkrak produksi Blok Tuban yang hingga saat ini masih stabil 3.500 barel per hari (Bph). (edp)