SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan –Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU)di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, banyak dimanfaatkan para pengemis untuk mencari rejeki. Mereka mengharap belas kasihan untuk memperoleh uang recehan dari para pengendari yang mengisi BBM. Â
Dari pantauan SuaraBanyuurip.com, para pengemis itu banyak dijumpai dibeberapa SPBU di Jalan Babat-Lamongan. Tiap SPBU sedikitnya terdapat 2-3 orang pengemis.
Seperti di SPBU Desa Plaosan. Setiap harinya ditempat ini ada 3 orang pengemis. Dua orang nenek dan seorang kakek. Mereka duduk berpencar ditiga tempat pengisian BBM meminta sedekah kepada setiap orang yang mengisi BBM.
“Diusir berulang kali ndak mempan mas. Setiap hari beroperasi disini,†ujar seorang karyawan yang tidak mau menyebutkan namanya,  Sabtu (15/6/2013).
Penjaga SBPU itu juga mengungkapkan, para pengemis manula itu sudah pernah digaruk petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Babat karena keberadaan mereka dinilai menggangu para pembeli. Namun upaya itu ternyatatak membuat mereka jera, karena  beberapa hari kemudian mereka datang kembali.
Mbah Leginah, salah seorang pengemis, mengaku, sudah merasa nyaman beroperasi di SPBU tersebut. “ Kalau keliling sudah ndak kuat mas, jadinya milih mangkal disini saja,†ujarnya sambil mengaku mendapat penghasilan Rp30 ribu-Rp40 ribu setiap hari.(tok)