SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Cuaca ekstrim yang melanda pesisir utara Kabupaten Tuban, Jawa Timur membuat ratusan nelayan terpaksa menghentikan aktifitas melaut. Tragisnya lagi sejumlah perahu yang ditambatkan pun dikabarkan tersapu ombak hingga akhirnya tenggelam.
Â
Beberapa nelayan mengaku, ombak besar yang terjadi di Tuban ini akibat efek dari perubahan musim. Dimana saat ini adalah peralihan antara musim penghujan dan musim kemarau. Yang mengakibatkan ketidak teraturan angin berhembus yang berimbas pada besarnya gelombang.
Â
“Kalau nelayan mengatakan saat ini adalah musim baratan,†terang Hasan, salah satu nelayan Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Tuban, Senin (17/6/2013).
Â
Dia katakan, nelayan saat ini lebih memilih tidak melaut dengan alasan keselamatan jiwa. Diungkapkan juga, saat ini nelayan memanfaatkan waktu luang untuk membenahi peralatan melaut mereka. baik itu dengan menambal perahu yang bocor, ataupun dengan menyulam kembali jaring yang pudar.
Â
“Ya menunggu angin reda, sambil membenahi kelengkapan,†imbuh Yakin (48), nelayan Desa Karangsari, Kecamatan Kota, Tuban.
Â
Sementara itu, untuk mencukupi kebutuhan hidup. Nelayan saat ini hanya sekedar melakukan aktifitas menangkap ikan di pinggir laut saja. Tanpa berani terlalu ke tengah. Tak hanya itu, mereka juga mencari kerang ataupun binatang, dan tumbuhan laut di pantai untuk sekedar dikonsumsi sendiri.
Â
“Jika dilihat bulannya, sebenarnya sudah masuk musim kemarau. Tapi sampai sekarang kok masih hujan,†jelas Yakin. Sambil mengatakan mereka akan kembali melaut saat musim kemarau tiba. (edp)