SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Penentuan desa yang bakal terlintasi proyek pipa unitisasi sumur gas Jambaran-Tiung Biru (TBR) hingga saat ini belum bisa ditentukan. Hal itu terjadi  lantaran operator unitisasi sumur gas Jambaran-TBR, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), masih melakukan detail engineering untuk menentukan lintasan pipa secara pasti.
Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan gas bumi (SKK-Migas), Jawa, Bali, Madura dan Nusa Tenggara (Jabamanusa), Agus Kurnia, membenarkan belum pastinya desa sekitar proyek unitisasi sumur gas Jambaran-TBR yang bakal terlintasi pipa. Saat ini PEPC masih mendetailkan lokasi yang bakal menjadi lintasan pipa unitisasi.
“PEPC masih melakukan detail engineering sehingga mereka belum bisa menentukan lintasan pipa secara pasti,” kata Agus Kurnia melalui pesan pendek, Selasa (18/06/2013).
Ketika disinggung kapan proyek unitisasi sumur gas Jambaran-TBR mulai dikerjakan di masing-masing lokasi sumur gas, dan dari instansi mana yang melakukan topografi di lapangan. Dia menjelaskan, karena masih belum detail engineering maka jadwalnya belum final.
“Karena belum detail pelaksananya juga belum ditunjuk,” ungkapnya menegaskan.
Perlu dikatahui, tiga sumur gas yang bakal di unitisasi itu berada di wilayah tiga desa dan masuk di wilayah tiga Kecamatan. Yakni, sumur gas Jambaran di desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem dan sumur TBR di desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo yang dioperatorei PEPC. Sedangkan sumur gas Cendana di desa Cendono, Kecamatan Padangan yang dioperatori Mobil Cepu Limited (MCL). Ketiga lokasi tersebut berada di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur.(sam)