SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Konsorsium PT Tripatra Engineers & Constructors – Samsung, kontraktor pelaksana proyek Engineering, Procurement and Construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu memberikan tanda simpati berupa bibit padi kepada 14 warga Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur, Â atas tanaman mereka yang rusak akibat pemasangan saluran air di proyek tersebut, Rabu (19/6/2013).
Pemberian ganti rugi bibit itu dilakukan secara simbolis di Balai Desa Brabowan kepada 14 warga yang disaksikan Kepala Desa Brabowan, Prihadi, perangkat desa dan perwakilan Tripatra dari Socioeconomi supervisor, Edi Purwanto. Â Perhektarnya Tripatra memberikan bantuan bibit sebanyak 100 kilogram.
Community Affairs PT Tripatra Engineers & Constructors, Budi Karyawan, mengatakan, pemberian tanda simpati kepada 14 warga petani Brabowan itu sesuai dengan kesepakatan yang diajukan warga beberapa waktu lalu.
“Persisnya saya tidak ingat, Mas. Kalau tidak salah total keseluruhan lahan dari 14 warga tersebut sekira 6,7 hektar,” kata Budi Karyawan melalui pesan pendek, Rabu (19/06/2013).
Koordinator 14 petani Brabowan, Bambang, mengatakan, ganti rugi bibit yang diterima 14 petani itu jumlah variatif  sesuai luas lahan yang dimilikinya. Dari total luas lahan keseluruhan seluas 7 hektar.
“Rata-rata warga menerima 50 kilo gram, Mas,” ungkap Bambang sesusai acara simbolis pemberian tanda simpati warga.
Pemberian tanda simpati ini merupakan tuntutan item pertama yang diajukan warga. Sedangkan, untuk item ke-2 belum direlisasikan oleh Mobil Cepu Limited (MCL), operator Banyuurip, Blok Cepu, yakni terkait normalisasi Kali Bangi tersebut.
“Proposalnya untuk normalisasi kali bangi sudah kita kirim. Kemungkinan masih dalam proses dimenejemen. Kita tunggu saja realisasinya,” pungkas Bambang.(sam)