SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan -Mejelang pemberlakukan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Polres Lamongan, Jawa Timur menerjunkan 650 personil untuk melakukan pengamanan di sejumlah SPBU yang di wilayah Lamongan. Pengamanan ini untuk mengantisipasi pelonjakan pembeli baik oleh pengendara maupun pedagang bensin eceren dan penimbunan BBM.
Kabag Humas Polres Lamongan, AKP Umar Dami kepada SuaraBanyuurip.com menjelaskan, pengamanan SPBU di Lamongan dilakuan sejak tanggal 17 Juni hingga 2 Juli 2013. Pengamanan itu akan dilakukan di 18 SPBU dengan mengerahkan 650 personil.
“Setiap SPBU akan dijaga tiga personil dari Polres dan Polsek selama 24 jam,†kata mantan Kapolsek Sukodadi ini, Rabu (19/6/2013)
Pengamanan ini, sisamping mencegah penimbunan BBM,  juga untuk mengantisipasi adanya unjuk rasa di SPBU seperti yang terjadi dibeberapa tempat di Indonesia.
Selain menyiagakan petugas di SPBU, Polres lamongan juga mensiagakan 2 peleton yang terdiri dari satu peleton dalmas inti dari Sabhara dan satu peleton dalmas Kerangka.
“Selama ini kondisi masih cukup kondusif. Namun petugas tetap bersiaga. Terutama di SPBU yang rawan seperti SPBU di Kecamatan Paciran, “ ungkap Umar.
SPBU di Paciran dipetakan rawan karena pasokan BBM yang dibutuhkan tinggi untuk kebutuhan nelayan dan petani tambak. (tok)