SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pencurian alat pengeboran sumur minyak dan gas bumi (Migas) di gudang milik Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur disinyalir melibatkan sindikat besar.
Sinyalemen ini muncul, dari pengakuan pelaku yang menjadi otak pencurian, Ariyadi alias ER (32), Warga Dusun Jangur, Banyuurip yang kerap mendapat pesanan alat pengeboran dari luar kota. Salah satu diantaranya Palembang, Bekasi, dan Jambi.
“Pelaku mengaku sering mendapat pesanan dari luar,†terang Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Wahyu Hidayat, kepada Suarabanyuurip.com, di Mapolres Tuban, Sabtu (22/6/2013).
Dia katakan, alat pengeboran yang bernilai miliaran rupiah milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut dijual kepada pemesan. Yang juga digunakan untuk keperluan mengebor sumur minyak.
“Pemesan juga menggunakan peralatan ini untuk mengebor,†tambahnya.
Diketahui, Â saat ini petugas telah mengamankan 4 pelaku pencurian alat pengeboran disalah satu gudang milik PEP. Masing-masing pelaku diketahui bernama Slamet (48) dan Sunoto (44), warga Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Tuban. Serta Krisantono (34), warga Mulyorejo, Kecamatan Singgahan, Tuban. Terakhir, petugas juga menangkap Ariyadi (32), warga Desa Banyuurip, yang merupakan otak dari aksi pencurian ini.
Tiga dari empat pelaku yang ditangkap yaitu, Sunoto, Krisantono, dan Ariyadi, merupakan karyawan dari PEP. (edp)