SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Seperti yang diprediksi sebelumnya, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang resmi diumumkan pemerintah pada 22 Juni kemarin, berdampak pada harga pangan di pasaran. Akibatnya, konsumen lebih memilih mengurangi jatah belanja karena tidak ada pendapatan tambahan seiring hara kenaikan BBM ini.
Harga bahan pangan disejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, melonjak tajam. Diantaranya harga cabai yang seblumnya Rp25 ribu per kilo gramnya sekarang mencapai Rp30 ribu per kilo gramnya. Serta beberapa bumbu dan bahan dapur lainnya.
“Ya diakali saja, bagaimana uang belanja yang jumlahnya tak seberapa bisa cukup,â€kata Zuliatin (37), warga Desa Tegalbang, Kecamatan Palang, Tubana.
Dia katakan, selain harus mengeluarkan biaya tambahan untuk belanja keperluan pangan, juga harus memikirkan beberpa pengeluaran lain. Seperti biaya transportasi dirinya maupun anak-anaknya saat bersekolah.
“Adanya itu, ya cukup nggak cukup,†tambah ibu dua anak ini.
Salah satu pedagang di Pasar Tradisional Tuban, Semi (47), memprediksi, harga bahan pokok sangat dimungkinkan akan terus mengalami kenaikan. Pasalnya sebentar lagi memasuki bulan puasa Ramdhaan dan Hari Raya Idul Fitri.
Dia mencontohkan, untuk harga cabai rata-rata naik Rp3ribu hingga Rp.5 ribu. Kenaikan harga itu tergantung jenis barang.
“Jadi ya bakal naik terus, wong BBM nggak naik aja waktu puasa harga melambung kok,†tambahnya.(edp)