PEP Akan Lakukan Evaluasi Karyawan

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Terlibatnya beberapa karyawan dari PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) yang lakukan pencurian alat pengeboran di salah satu gudang PEP yang ada di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur membuat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini akan lakukan proses evaluasi terhadap karyawannya.
 
Proses evaluasi akan dilakukan, agar kejadian maupun insiden pencurian yang melibatkan 3 orang karyawan PEP beberapa waktu lalu tidak terulang kembali.
 
“Ke depannya kita akan lakukan proses evaluasi bagaimana agar hal ini tidak terjadi lagi,” terang Legal and Relation Manager Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Asset 4, Arya Dwi Paramita, melalui pesan pendek seluler  yang dia kirim kepada SuaraBanyuurip.com, saat ditanya mengenai keterlibatan orang dalam dalam pencurian alat bor milik perusahaan, Senin (24/6/2013).
 
Dia katakan, jika ada oknum internal terlibat dan terbukti bersalah, maka perusahaan akan proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Kami proses sesuai ketentuan dan hukum yang berlaku,” tegas Arya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, polisi menangkap Slamet (48), dan Sunoto (44), keduanya warga Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Tuban. Serta, Krisnantono (34), warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Singgahan, Tuban. Ketiga orang ini ditangkap saat penggerebekan dalam kasus pencurian alat ngebor disalah satu gudang milik PEP di desa setempat.
 
Terakhir, petugas juga telah menangkap satu pelaku lagi yang awalnya buron, yaitu Ariyadi (34), juga warga Desa Banyuurip, Kecamatan Senori. Yang diduga sebagai otak dari aksi pencurian alat ngebor yang saat ini diketahui senilai Rp2 miliar, setelah sebelumnya hanya sekitar Rp1,2 miliar saja.
 
Tiga dari empat pelaku yang ditangkap merupakan karyawan dari PEP. Masing-masing Sunoto yang selama ini diketahui bekerja sebagai mekanik peralatan, Krisantono yang selama ini bekerja dibagian pengecekan barang, serta Ariyadi, yang selama ini merupakan Security di perusahaan tersebut. (edp)
 

Baca Juga :   ADS Kaji Keberlanjutan Pengembangan Gas J-TB

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *