Produksi Migas Tuban Menurun

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Selama enam tahun terakhir, produksi Minyak dan Gas Bumi (Migas) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur semakin menurun. Menurunnya jumlah produksi itu disebabkan berkurangnya kandungan migas dari sumur-sumur migas diwilayah Bumi Ronggolawe.

Data dari Dinas Pertambangan dan Energi Tuban menyebut, produksi migas di Tuban selama enam tahun terakhir, yaitu sejak tahun 2007 hingga 2012 ini terus mengalami kemrosotan. Setelah pernah mengalami produksi terbanyak yaitu sebesar 1.389.434,16 barel pada tahun 2008 lalu.

Sedang Produksi terendah, yaitu hanya 603.246,07 barel pada tahun terakhir pendataan, yaitu tahun 2012 lalu.

“Produksi Migas kita terus mengalami penurunan,” terang Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Tuban, Hery Prasetyo S, kepada SuaraBanyuurip.com, dikantornya, Senin (24/6/2013).

Disebutkan, saat ini ada dua Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang melakukan eksploitasi migas di Tuban. Yaitu Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) yang mengelola sumur minyak di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori dan Operator Migas Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), yang mengelola Sumur Mudi, di Kecamatan Soko.

Baca Juga :   Pemkab Bojonegoro Diminta Lengkapi Berkas Dana Abadi Pendidikan Rp 3 Triliun

“Dua KKS itu yang selama ini mengelola sumur Migas yang ada di Tuban,” tambahnya.

Sementara untuk rincian produksi Migas di Tuban sejak enam tahun terakhir adalah 1.156.196,79 barel pada tahun 2007, 1.389.434,16 barel ditahun 2008, 999.023,63 barel di tahun 2009, 908.331,26 barel pada tahun 2010, 716.056,41 barel pada tahun 2011, dan terakhir produksi migas di Tuban hanya sebanyak 603.246,07 barel di tahun 2012 kemarin.

 “Dari produksi itu Pemkab mendapat Dana Bagi Hasil (DBH),” jawabnya. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *