SuaraBanyuurip.com -Â Ali Musthofa
Blora – Sebanyak 128 calon jamaah haji (CJH) dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terancam batal berangkat ke tanah suci. Hal ini dikarenakan adanya pengurangan kuota jamaah haji sebesar 20 persen dari Pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia musim haji 2013 ini.
Kebijakan pengurangan kuota dari Pemerintah Arab Saudi ini dilakukan menyusul keterlambatan proses rehabilitasi Masjidil Haram yang belum selesai hingga musim haji tiba. Untuk mengantisipasi ketidaknyamanan jamaah, maka Pemerintah Arab Saudi mengurangi kuota tiap negara, termasuk Indonesia.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora, Tri Hidayat, mengatakan, Â pemangkasan kuota haji ini kemungkinan juga untuk beberapa tahun mendatang. Hal ini dikarenakan renovasi diperkirakan rampung tahun 2020. Akibat pengurangan kuota ini, sebanyak 128 CJH dari 797 CJH dari Blora dipastikan gagal berangkat ke tanah suci tahun ini.
“Meski demikian akan diusahakan untuk bisa lobi ke Pemerintahan Arab Saudi untuk dapat tambahan kuota oleh Kemenang Pusat. Untuk Pengumuman nama-namanya yang gagal berangkat kita masih menunggu sepulangnya Menteri Agama RI, Surya Dharma Ali dari tanah suci,†kata Tri.
Namun, bagi CJH yang gagal berangkat tahun ini akan diprioritaskan berangkat tahun 2014 mendatang.
Seperti diketahui, renovasi Masjidil Haram diperkirakan akan berlangsung lama karena sekarang ini tempat thowaf sedang dibangun lantai 1 , 2 dan 3 yang biasa digunakan untuk thowaf dengan daya tampung 48.000 jamaah per satu jamnya. Dengan kondisi itu hanya lantai dasar yang dipakai untuk thowaf dengan kapasitas 10.000 jamaah per satu jamnya.
“Saya berharap agar CJH bisa menerima langkah yang diambil Pemerintah Arab Saudi. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan ketertiban tamu Allah,†tegas
Tri.(Ali)