Nasib Nelayan Pantura Lamongan Terpuruk

nelayan kranji

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Para nelayan wilayah Pantura Lamongan benar-benar dibuat kalang kabut dengan kenaikan harga BBM. Bukan sekadar karena mahalnya harga BBM atau langkanya BBM, namun juga akibat mahalnya barang-barang di pasaran.

Sementara itu, sebagian besar nelayan tidak bisa melaut karena kondisi cuaca yang buruk. Sejak dua minggu terakhir mereka lebih memilih memarkir perahu di tepi pantai dan menggantung jala.

“Cuaca di laut sangat ekstrem, Mas. Kami tidak berani melaut taruhannya nyawa,“ kata Wanto, nelayan Desa Kranji, Paciran, Selasa (25/6/2013).

Ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga. Ekonomi nelayan yang limbung akibat tidak bisa melaut lebih terpuruk lagi dengan mahalnya harga-harga komoditi di pasaran. Terlebih setelah kenaikan harga BBM beberapa hari lalu.

“Kami belum membeli solar sejak harga naik karena belum melaut, “ ujar Parmin nelayan lainnya.

Dia katakan, sebelum harga BBM naik, penghasilan nelayan  yang tidak menentu sudah sangat pas-pasan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Apalagi saat BBM naik dan berdampak langsung pada naiknya harga-harga barang lainnya para nelayan kian merasakan himpitan ekonomi. Ironisnya, nelayan jarang bisa melaut karena cuaca yang ekstrim.

Baca Juga :   Proyek Jambaran Tiung Biru Mulai Gas In, Sisakan 879 Naker yang Bekerja

Di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong yang memiliki nelayan paling besar di wilayah Pantura Lamongan sekitar 85 persen sejak dua minggu terakhir tidak melaut.

“Dari jumlah 450 nelayan pemilik perahu kecil sekitar 350 lebih tidak melaut, Mas, “ kata Samiaji, dari kelompok Nelayan Labuhan secara terpisah.

Agar bisa mencukupi kebutuhan hidup selama prei miyang (tidak melaut), para nelayan terpaksa bekerja serabutan. Bahkan diantaranya menjual dan menggadaikan barang-barang berharga yang dimiliki.

“Nasib nelayan di Lamongan seakan dianaktirikan oleh Pemkab Lamongan, Mas. Yang diutamakan selalu petani,“ ucap Samiaji bernada protes. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *