SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Jenazah bomber Polres Poso, Zainur Arifin alias Petak  (33), Selasa (25/6/2013) tiba di kampung kelahirannya Dusun Semangu, Desa Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur sekitar pukul 08.00 WIB. Polres Lamongan menyiapkan pasukan khusus untuk pengamanan jenazah ini.
Kabag Humas Polres Lamongan, AKP Umar Dami, mengatakan, hari ini mayat Zainur Arifin dipulangkan ke kampung halaman melalui perjalanan darat. Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, Polres Lamongan menyiagakan 70 personil yang dipimpin Kabag Ops Kompol Moch. Rifai.
“Pasukan telah bersiaga sejak pukul 07.00 WIB untuk pengamanan selama pemakaman mayat bomber,“ kata Umar Dami kepada SuaraBanyuurip.com.
Pemulangan mayat Zainur Arifin ini atas permintaan ibu kandungnya Zumaroh. Meski dalam bentuk kondisi apapun mayatnya Zumaroh tetap berkukuh meminta agar anakya dipulangkan.
Data yang dihimpun, untuk dapat membawa pulang mayat anaknya, Zumaroh meminta bantuan langsung kepada Ali Fauzi adik terpidana mati Bom Bali 1, Amrozi dan Mukhlas, agar bisa membawa pulang Zainul Arifin.
Mantan Pejuang Mindanao Filipina ini kemudian menghubungi salah satu temannya Romli alias Rambo mantan narapidana 4 tahun, karena menyembunyikan sejumlah senjata dan bahan peledak untuk mengurus pemulangan Zainul Arifin.
Pada akhirnya Zumaroh merasa lega saat mendapat kepastian putranya bisa dibawa pulang hari ini.
Warga dusun Semangu, sendiri tidak merasa keberatan dengan dimakamkannya bomber tersebut di makam desa. Selama ini di lingkungan masyarakat Zainul Arifin dikenal sebagai sosok yang santun dan pendiam.
Keluarga yang menjemput mayat Zainul Arifin dari Jakarta hanya kakaknya Wahyudin dan adiknya Wahun Irawan, dan seorang sopir kendaraan carteran bernama Wiwin (tok)