SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Sejumlah calon kepala desa (Kades) yang terpilih dalam pilihan kepala desa (Pilkades) massal di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengeluhkan besarnya biaya pelantikan. Setiap kades ditarik biaya pelantikan senilai Rp3.250.000.
Seperti yang diungkapkan beberapa kades terpilih yang dilantik pada tahap tiga di Pendopo Lokatantra Pemkab Lamongan, Jum’at (28/6/2013). Dari 139 orang kades yang dilantik dikenai biaya sebesar Rp3.250.000 setiap orang. Biaya itu harus mereka siapkan agar dapat mengikuti prosesi pelantikan.
“Biaya ini sangat memberatkan kades. Padahal pelantikan sebelumnya untuk Kecamatan Turi hanya Rp 2 juta. Tapi kenapa kades di Kecamatan Pucuk ditarik hingga Rp3.250.000?,†ujar seorang Kades yang keberatan namanya ditulis, penuh tanya.
Dia menerangkan, penetapan biaya tersebut untuk seperangkat seragam putih-putih dan biaya pengawalan selama berangkat ke Pendopo Kabupaten dan biaya lainnya. Besaran biaya itu sebenarnya sudah dikritik oleh sejumlah kades, namun Muspika terkesan bersikap masa bodoh.
“Para kades dua periode sudah meminta keringanan dengan meminta agar kades yang akan dilantik dua kali tidak usah membeli seragam karena sudah punya, namun tidak dihiraukan,†ujar sumber tadi, mengungkapkan.
Seorang kades lainnya yang juga meminta identitasnya tak disebutkan, menilai, panitia pelantikan di kecamatan seakan menggunakan pelantikan ini sebagai aji mumpung dengan menetapkan biaya mahal untuk pelantikan kades.
“Dengan terpaksa akhirnya kami ya bayar biaya tersebut. Padahal kalau bicara jujur para kades baru sudah kehabisan uang selama Pilkades berlangsung,†sambung kades baru ini.
Kepala Bagian Pemerintah Desa (PMD) Lamongan, Nalikan, saat hendak dikonfirmasi SuaraBanyuurip.com dikantornya, Kamis (27/6/2013) kemarin, enggan menemui dengan alasan sibuk membuat konsep pidato pelantikan kades. (tok)