SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK) Migas mengklaim bahwa produksi minyak mentah di Indonesia terendah pada tahun 2013 ini. Hal itu sama artinya bahwa mulai pada tahun 2014 mendatang, produksi Migas akan mulai menanjak naik.
“Kita canangkan tahun ini adalah tahun terendah produksi minyak mentah di Indonesia,†kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat SKK Migas, Elan Biantoro, kepada sejumlah wartawan saat Workshop Migas deengan Wartawan di Tuban dan Bojonegoro yang digelar PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP), di Mangrove Center, Jenu, Tuban, Jawa Timur, Rabu (3/6/2013).
Dia sebut alasannya, perhitungan dari SKK Migas berdasar pada proses eksplorasi maupun produksi yang akan dilakukan. Diantaranya, harapan pada proses produksi puncak di Blok Cepu, yang diperkirakan akan sampai 165 ribu barel per hari.
“Blok Cepu saja kalau produksi akan menambah sebesar 20 persen dari hasil produksi nasional,†kata Elan, ditanya Suarabanyuurip.com mengenai perhitungan dari SKK Migas.
Selain itu, ada sekitar 1.152 pengeboran pengembangan di seluruh Indonesia. Yang dipastikan dari jumlah itu akan ada hasil yang baru. Juga ditambah dengan beberapa pengembangan yang dilakukan di Indonesia, seperti pengembangan Banyuurip dan pengembangan Kedung Keris, yang saat ini dikelola anak perusahaan Exxon Mobile, Mobile Cepu Ltd (MCL).
“Dari perhitungan-perhitungan itu kita pastikan bahwa produksi minyak mentah kita akan meningkat ditahun selanjutnya,†ujarnya optimis.
Sementara itu, SKK Migas berharap produksi puncak Blok Cepu, dan pengembangannya mampu menyumbang lebih dari 20 persen produksi nasional. Yang saat ini sekitar 830 ribu Bph, jauh menurun dari produksi nasional sebelumnya. (edp)