JOB PPEJ : Itu Air Biasa Seperti Air Sawah

semburan-2

SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo

Tuban – Operator Minyak dan Gas Bumi (Migas), Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) menyatakan, air semburan yang muncul di permukiman penduduk Desa Sumber, Kecamatan Merakurak, Tuban, merupakan air biasa.

Perusahaan yang sebagian besdar sahamnya  milik Pertamina itu menyebut, telah melakukan uji laboratorium air yang muncul dari dalam tanah tersebut. Pengecekan itu juga dilakukan bersama dengan tim dari Lingkungan Hidup (LH) Tuban.

“Kita sudah lakukan pengecekan, bersama dengan tim dari LH untuk dibawa ke Surabaya,” kata Field Admin Superintendant JOB PPEJ, Basyid Sarwani, kepada warga Sumber  yang menanyakan semburan air saat berada di balai desa setempat.

Dia sebut, dalam hasil uji laboratorium diketahui bahwa sifat air yang ke luar dari semburan, sama dengan air yang ada di persawahan sekitar Desa Sumber. Jadi bisa dipastikan bahwa air tersebut tidak beracun dan tidak berbahaya.

“Airnya sama dengan air yang ada di persawahan desa ini,” kata Basyid menjelaskan kepada warga.

Baca Juga :   Tripatra Wajibkan Pekerja Senam Pagi

Sementara itu, Kabid Amdal Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Tuban, Bambang Irawan, kepada SuaraBanyuurip, membenarkan telah ada pengecekan air dari semburan yang ada di desa tersebut. Meski begitu dia mengaku belum tahu hasil dari uji lab yang dilakukan di Surabaya.

“Saya belum tahu hasilnya, hari ini baru ada yang mengambil hasilnya di Surabaya,” kata Bambang, saat berada di Mangrove Center, Desa jenu, Kecamatan Jenu, Tuban.

Meski sudah mendapat penjelasan seperti itu, namun warga Desa Sumber tetap tidak puas. Mereka mengatakan kemungkinan bahwa semburan itu berasal dari proses pengeboran sumur Sumber yang dilakukan JOB PPEJ, yang salah satu caranya adalah memasukkan air ke dalam sumur untuk proses injeksi.

“Saya tahu kalau dalam sehari tak kurang dari 40 air tanki yang masuk ke lokasi proyek,” kata salah satu tokoh masyarakat, Syaiful Anhar, membantah opernyataan dari JOB PPEJ.

Dia menduga, itu adalah luapan dari air yang dimasukkan JOB PPEJ. Sehingga mencari jalan bawah tanah untuk bisa ke luar, dan akhirnya muncul sekitar 200 meter dari lokasi pengeboran. (edp)

Baca Juga :   Pembentukan Konsorsium Pemuda Cendana Tetap Jalan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *