Berharap Operasi Pasar LPG Digelar Merata di Lamongan

operasi pasar

SuaraBanyuurip.com – Totok Martono

Lamongan – Operasi pasar gas LPG ukuran 3 kilogram (Kg) yang digelar Pertamina bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan di wilayah Kecamatan Babat memunculkan kecemburuan warga di beberapa kecamatan lainnya. Mereka berharap operasi pasar gas LPG bisa dilakukan merata disemua wilayah Lamongan.

Alasan warga, harga gas LPG 3 kg di wilayah Lamongan masih belum terkendali. Hampir di semua wilayah harga gas LPG 3 kg berkisar antara Rp16 ribu – Rp17 ribu per tabungnya.

Di wilayah Kecamatan Pucuk misalnya, harga LPG 3 kg menembus Rp17 ribu. Begitupun juga di wilayah Kecamatan Karanggeneng. Akibat mahalnya harga gas LPG ini menjadikan masyarakat cukup resah. Karena sesuai harga eceran tertinggi (HET) hanya Rp12.500.

“Harga elpiji masih Rp17 ribu mas. Sulit turun. Tapi belum pernah ada operasi pasar disini (kecamatan Pucuk),” keluh Kades Bogohargo, Kecamatan Pucuk, Bambang Guntoro kepada SuaraBanyuurip.com, jumat (5/7/2013).

Bambang mengaku, sudah mendengar adanya operasi pasar LPG di Kecamatan Babat yang bersebelahan dengan Kecamatan Pucuk. “Kenapa operasi pasar elpiji tidak dilanjutkan kekecamatan Pucuk? Padahal harga LPG disini tidak terkendali,”  ujar Bambang.

Senada juga disampaikan Kepala Desa (Kades) Kaligerman, Kecamatan Karanggeneng, Ali. Dia juga mengeluhkan kebijakan Pemkab Lamongan yang hanaya menggelar operasi pasar LPG 3 Kg di tiga tempat. Karena masih banyak warga di wilayah lain yang membutuhkan LPG murah.

“Jika BBM mahal itu tidak masalah karena sudah keputusan pemerintah. Tapi kalau LPG mahal, ini karena tidak tanggapnya Pemkab,” sergah kades dua periode ini.

Sebelumnya, Pertamina bersama Pemkab Lamongan hanya menggelar operasi pasar LPG 3 Kg di 3 kecamatan yaitu Paciran, Glagah dan Babat. Padahal kelangkaan LPG hingga menyebabkan meroketnya harga terjadi menyeluruh di 27 kecamatan.

Kasubag Pertambangan dan energi bagian Perekonomian Pemkab Lamongan,  M.Anwar, menjelaskan, operasi pasar bisa dilakukan jika ada usulan dari pihak kecamatan.

“Dari laporan tersebut kami akan mengusulkan ke Pertamina agar dilakukan operasi pasar. Pelaksana operasi pasar adalah Pertamina. Kami hanya mengusulkan dan mendampingi,” sambung Anwar menanggapi keluhan para kepala desa.(tok)

Baca Juga :   Gang Sarang Narkoba Dijaga Ketat

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *