SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Tuban, Jawa Timur hingga kini belum menerima hasil laboratorium air semburan yang muncul di Desa Sumber, Kecamatan Merakurak, Tuban. Kuat dugaan semburan air di lahan warga itu akibat pemboran migas Sumur Sumber yang dilakukan Joint Operating Body Pertamina – PetroChina East Java (JOB PPEJ).
Kepala Bidang Aanalisa Mengenenai Dampak Lingkungan (Amdal) BLH Tuban, Bambang Irawan, saat dihubungi melalui ponsel mengatakan, kepastian hasil uji laboratorium air semburan baru akan diketahui sekitar 5 hari lagi.
“Kita belum tahu mas, sekitar 5 hari lagi hasil lab itu akan sampai kekami,†kata Bambang, kepada SuaraBanyuurip.com.
Dia menyebut, dugaan sementara air tersebut memang air biasa yang kondisinya sama dengan keadaan air sawah di desa setempat. Meski begitu BLH belum berani memastikan karena masih menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan di Surabaya.
Bambang berharap, air tersebut merupakan air rembesan saja sehingga bisa mengering saat musim kemarau nanti.
“Air tersebut tidak berbahaya, selama tidak mengandung hidrokarbon. Semoga saja tidak mengandung zat itu mas,†ujar Bambang.
Ditanya apakah air itu merupakan efek dari injeksi yang dilakukan JOB PPEJ di sumur Sumber. Bambang enggan berkomentar banyak. Karena hal itu masih memerlukan beberapa pengujian. serta memerlukan beberapa peralatan pengecekan.
“Kita belum tahu pasti, yang jelas JOB PPEJ saat ini baru lakukan pengeboran belum melakukan proses injeksi,†ujarnya.
Sebelumnya, dalam dua minggu muncul 7 semburan air disalah satu lahan milik warga Desa Sumber, Kecamatan Merakurak, Tuban. Semburan itu muncul disekitar lokasi pengeboran sumur sumber yang hanya berjarak 200 meter saja. (edp)