BUMD Bojonegoro Segera Klarifikasi IME

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) akan meminta kejelasan kepada PT Intermedia Energi (PT IME), mitra kerja yang digandengya dalam pelaksanaan proyek pengembangan gas flare Lapangan Sukowati Blok Tuban di Dusun Plosolanang, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Permintaan klarifikasi itu menyusul adanya laporan dari beberapa subkontraktor lokal Bojonegoro yang mengaku rugi karena belum dibayar oleh PT. Hokasa pelaksana proyek pabrik gas yang digandeng PT IME.

“Kami sudah dapat beberapa pengaduan tentang telat bayar dan sudah kami tanyakan ke IME sebagai mitra. Sekarang sedang ditelusuri,” sergah Direktur Utama PT BBS, Deddy Afidick kepada suarabanyuurip.com, Kamis (4/6/2013) kemarin.

Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang menanyakan ke PT IME untuk meminta kejelasan terkait laporan tersebut agar ada penyelesaian segera.

“Masih dalam proses, tapi kami akan menyelesaikan hal itu dengan IME,” tegas pria asli Sunda, Jawa Barat ini.

Namun begitu, Deddy mengaku, merasa heran dengan laporan dari PT USP, Subkontraktor PT Hokasa sebagai kontraktor pelaksana pabrik gas yang mengaku mengalami kerugian hingga Rp 30 Miliar.

Baca Juga :   Berikut Enam Keputusan Rapat Tertutup

” Masa sebesar itu, buat apa,” pungkas Deddy seperti tak percaya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *