SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Permintaan tambahan truk tanki pengangkut minyak mentah dari sumur minyak Tiung Biru (TBR) yang disampaikan perwakilan warga dari enam desa sekitar kepada Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Aset-4 masih belum ada keputusan final. Anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mengaku mengkoordinasikan dengan pihak terkait.
Informasi yang dihimpun menyebut, jumlah truk tanki milik warga sekitar yang sudah dilibatkan dalam jasa pengangkutan minyak mentah TBR-A di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sebanyak 8 unit. Â Truk tanki berkapasita 5 ribu liter itu mengangkut minyak mentah ke wilayah Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Mekanisme pengelolaan delapan truk tanki itu melalui kelompok masyarakat (pokmas) di enam desa sekitar yang telah disepakatinya sejak akir tahun 2012 silam. Enam itu adalah, Desa Purwosari, Gapluk, Kuniran, Kecamatan Purwosari dan desa Kalisumber, Malingmati, Tambakrejo, Kecamatan Tambakrejo.
Hubungan masyarakat, PEP Aset-4, Kartika Tiara Sari, mengatakan, permintaan penambahan road tanki sebanyak dua unit oleh warga masih dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.
“Kami akan coba komunikasikan lagi, Mas,” kata Tiara melalui pesan pendek, Jumat (05/7/2013).
Dijelaskan, 8 unit road tanki milik warga yang sudah dilibatkan dalam jasa pengangkutan minyak mentah itu  sesuai kesepakan yang ditandatangani bersama dan arahan dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
Sebelumnya, warga dari enam desa melakukan penghadangan pengangkutan minyak mentah TBR, Kamis (4/7/2013) kemarin. Tujuan warga meminta tambahan dua truk tanki itu agar warga yang belum terlibat bisa ikut menikmatinya adanya proyek sumur minyak TBR.(sam)