SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, saat ini tembus hingga Rp 100 ribu per kilogramnya, Kamis (11/7/2013). Meroketnya harga daging sapi itu selain dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu, juga akibat tingginya permintaan konsumen pada ramadan kali ini, namun tidak diimbangi dengan stok bahan di pasar.
“Sudah naik hingga dua kali mas,†kata Pujiatun (33), pedagang daging di Pasar Baru, Jalan Gajah Mada, Tuban.
Pengakuan Pujiatun, harga daging sapi super (Murni), sebelumya hanya seharga Rp85 ribu per kilogramnya, kemudian naik menjadi Rp90 ribu per kilogram, dan saat ini sudah mencapai Rp100 ribu per kilogram.
Sementara untuk daging dengan kualitas sedang, dari harga sebelumnya hanya Rp75 ribu per kilogram, kemudian usai kenaikan BBM menjadi naik seharga Rp80 ribu per kilogram. Saat ini sudah mencapai harga Rp87 ribu per kilogram. Serta terendah adalah harga daging dengan campur jeroan, yang saat ini seharga Rp80 ribu per kilogram, dari harga awal yang hanya Rp70 ribu per kilogramnya.
“Kenaikan ini sudah dua pekan mas, puncaknya saat awal puasa sekarang,†kata Mulyono, pedagang lain di pasar yang sama.
Meski tidak terlalu parah, kenaikan juga terjadi untuk daging ayam. Meski dengan rata-rata kenaikan kurang dari 20 persen.
Berbeda dengan sebelumnya, kenaikan harga bahan makanan berpengaruh pada omset pedagang. Tapi saat Ramadan, pedagang mengaku tidak ada pengaruh dalam pendapatan maupun omzet penjualan, karea para konsumen saat ini jumlahnya semakin banyak ketimbang hari-hari biasa.
“Kemungkinan saat lebaran nanti akan naik lagi harganya,†tandas Mulyono.(edp)