SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Kabar duka menyelimuti warga Blok Cepu. Supolo (45), salah satu tokoh masyarakat di ring satu pemboran minyak Banyuurip yang selama ini banyak memperjuangkan kepentingan masyarakat telah berpulang, Minggu (14/7/2013).
Informasi yang diperoleh, tokoh masyarakat Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur itu meninggal dunia di rumah sakit umum (RSU) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sekira pukul 18.00 WIB. Sesuai hasil diagnosa dokter, bapak satu anak itu meninggal karena penyakit lever.
Almarhum sempat mendapat perawatan satu hari dua malam di RSU Cepu. Rencananya Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat Bina Bangsa Sejahtera (LSM BBS) itu akan dirujuk ke rumah sakit Dr. Soetomo, Surabaya. Namun belum sempat itu dilakukan Supolo telah meninggal dunia di RS Cepu.
Rencananya, almarhum akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Brabowan sekira pukul 09.00 WIB.
Untuk diketahui, semasa hidupnya almarhum dikenal sebagai tokoh masyarakat yang kritis. Dia sering membela kepentingan dan memperjuangkan masyarakat sekitar lapangan migas Blok Cepu. Salah satunya adalah memperjuangkan tuntutan warga agar memperoleh kompensasi akibat kebocoran gas di gas oil separation plant (GOSP) Banyuurip dari operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL).
Selain itu, suami dari Kartini ini juga memperjuangkan nasib para pengusaha lokal di ring 1 agar terlibat dalam proyek engineering, procurement and construction (EPC) Banyuurip.
“Almarhum adalah sosok yang peduli dengan warga. Dia selalu berada didepan untuk membela kepentingan masyarakat saat warga memperoleh ketidakadilan dari operator maupun perusahaan tambang,” kata Parmani, yang juga tokoh masyarakat desa di Blok Cepu asal Desa Brabowan.(sam)